Balinews.id

Menggali Lebih Dalam Konsep Tri Sakti Bung Karno

Buku dibawah bendera revolusi. (Foto: Istimewa)

Balinews.id –  Dalam sejarah bangsa indonesia, Presiden Sukarno pernah mengucapkan konsep trisakti yang dapat kita lihat pada pidato Presiden Sukarno pada 17 Agustus 1964. Tentang rumusan Trisakti itu sebagai berikut;

“ …berdiri di atas kaki sendiri dalam ekonomi, bebas dalam politik, berkepribadian dalam kebudayaan (lihat. Di Bawah Bendera Revolusi, Jilid 2. Jakarta: Panitia Penerbit Di Bawah Bendera Revolusi, 1965, hlm. 587. (Source: https://news.republika.co.id/berita/pvfjtp440/trisakti-bung-karno-di-bawah-ancaman-asing-i)

Gagasan ini dipicu karena pengalaman kolonialisme /penjajahan selama ratusan tahun di Indonesia yang berdampak pada rusaknya mental bangsa, sistem perekonomian yang tergantung pada pasokan asing, serta mental terjajah yang menggerus budaya bangsa sehingga melupakan semangat gotong royong yang menjadi modal sosial dalam meneguhkan solidaritas politik maupun ekonomi Indonesia.

Ringkasnya, Trisakti mengajarkan tiga prinsip untuk membangkitkan mental kejayaan nusantara. Konsep trisakti masih sangat aktual dalam kehidupan sekarang dan saya akan mencoba menggali lebih dalam makna dan aktualisasinya:

* Berdikari secara ekonomi

Sebagai mahkluk individu di era sekarang, kita dituntut untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup yang semakin kompleks tidak hanya kebutuhan sandang, pangan papan, namun ada banyak lagi kebutuhan2 lainnya dan tentunya ini akan dialami oleh setiap individu. Dengan kenyataan ini kita harusnya sadar untuk mencari cara untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup tersebut.

Cara yang paling mulia adalah dengan berdiri diatas kaki sendiri yang artinya kita harus bekerja keras menggunakan segala potensi yang ada dalam diri untuk bisa memnuhi segala kebutuhan hidup sehingga fondasi ekonomi kita stabil. Mindset tangan dibawah/mental peminta-minta harus kita ubah dengan mental pekerja keras dan juga tangan diatas/memberi.

Saya yakin jika mayoritas individu/kelompok di negera ini memiliki mindset berdikari secara ekonomi dan merealisasikannya indonesia akan maju dan sejahtera, karena sendi2 pondasi ekonomi sudah stabil. Mindset ini nantinya akan berpengaruh pada dua prinsip trisakti selanjutnya.

Bayangkan saja apabila ada individu/kelompok yang untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya saja masih kesusahan, pasti akan sulit untuk membicarakan kedaulatan politik, lebih2 membicarakan kebangsaan. Berdikari secara ekonomi juga terkait dengan gizi, pendidikan, lingkungan individu/keluarga, Karena semakin bagus ekonominya maka semakin bagus pula kualitas manusianya.

* Berdaulat secara politik

Dalam kehidupannya manusia, selain sebagai mahkluk individu juga adalah mahkluk sosial. Karakternya sebagai mahkluk sosial manusia akan selalu berinteraksi dengan manusia lainnya dan didasari hubungan yang saling menguntungkan.

Manusia yang berdaulat adalah manusia yang memiliki kemerdekaan sehingga prinsip berdaulat secara politik kita hendaknya menjadi pribadi yang merdeka dan memiliki otoritas penuh dalam berinteraksi dengan manusia lainnya baik itu dalam lingkup keluarga, organisasi masyarakat, ataupun dalam lingkup negara.

Namun mungkin dalam realitanya masih banyak manusia yg belum memiliki kedaulatan tersebut , yang ada banyak manusia yang justru ditindas/ditekan oleh manusia lainnya. Dan saya yakin salah satu faktornya yaitu mereka belum berdikari secara ekonomi bahkan ada faktor lainnya jg. Hal ini memang sangat menyedihkan, padahal sebelumnya indonesia dijajah ratusan tahun dalam kindisi penjajahan semua hak kita dirampas dan dijadikan budak penjajah kita tidak memiliki otoritas penuh untuk menentukan nasib kita sendiri.

Nah pertanyaannya apakah setelah indonesia merdeka kita mau seperti era penjajahan itu lagi?

Sudah saatnya kita berprinsip bahwa kita adalah manusia yg berdaulat dan tidak mau ditindas dan bebas memilih jalan untuk kemajuan dan berinteraksi dengan siapa saja untuk kemajuan bersama. Bahkan dalam kaitannya dengan memilih pemimpin kita harus sadar adalah penentu nasib negara ini karena satu suara kita sangat berharga, maka dari itu cerdaslah dalam memilih.

Pilih berdasarkan hati nurani calon yang mementingkan untuk kemajuan bersama. Jangan mau ditekan/diintimidasi dengan alasan apapun. Begitu pula sebaliknya jika kita pada saat posisi sebagai calon pemimpin harusnya memberikan pemahaman yg benar pada manusia lainnya terkait kedaulatan mereka dalam politik.

Jangan jadikan rakyat sebagai objek namun jadikan mereka subjek dan suara mereka adalah pemimpin tertinggi di negara ini dan misalnya setelah terpilih wajib merealisasikan cita-cita  kemajuan bersama. Kondisi ini akan dialami oleh manusia dalam hidupnya memilih ataupun dipilih , maka dari itu prinsip berdaulat secara politik harus dimaknai lebih dalam lagi.

* Berkepribadian dalam kebudayaan

Sebagai sebuah bangsa yang besar dan memiliki sejarah panjang terutama terhadap perjuangan melawan penjajahan mental bangsa indonesia sangatlah teruji dalam setiap perubahan. Jika dirunut selama berabad-abad kita sudah memasuki fase zaman kerajaan, zaman kolonialisme/penjajahan, zaman kemerdekaan. Setelah kemerdekaan kita harusnya sadar walaupun kita berbeda-beda kita akhirnya bisa mengusir penjajah dari bumi nusantara dan menjadi bangsa yang berdaulat.

Tentu perjuangan panjang itu tidak dilakukan oleh satu atau 2 orang saja namun karena persatuan dan kebulatan tekad kitalah akhirnya kita berhasil merdeka. Salah satu karakter bangsa indonesia yang sangat penting dalam perjuangan tersebut adalah budaya gotong royong. Saya yakin inilah yang menjadi ciri khas bangsa indonesia yang bisa mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada.

Dalam konteks masa sekarang, jiwa gotong royong harus semakin dikuatkan untuk kemajuan bersama. Kita sadar musuh kita sekarang bukan lagi bangsa luar yang mau menjajah namun musuh ada didalam diri kita sendiri/sesama anak bangsa. Karena semakin kesini, ego pribadi masing2 individu semakin tinggi dan etimpangan sosial semakin jelas, keadilan sosial semakin tergerus.

Padahal cita-cita kemerdekaan adalah untuk kemajuan bersama, bukannya si miskin semakin miskin dan yang kaya semakin kaya. Si miskin terus tersiksa dan si kaya semakin semena-mena. Si kuat menindas yang lemah.

Apakah kita akan mau terus-terusan di kondisi buruk seperti ini?

Saya pribadi tidak mau ini terus terjadi, maka dari itu gotong royong adalah senjata ampuh untuk memperkuat kepribadian bangsa ini sehingga nantinya setiap individu sadar bahwa hubungan baik dan saling menguntungkan harus dibudayakan, dimana yang kuat akan melindungi/membantu yang lemah bukan sebaliknya yang kuat menindas yang lemah. Nantinya akan terjaminnya keadilan sosial bagi setiap individu di negara ini.

Setiap individu/suku-suku yang ada di indonesia saya yakin pasti memiliki prinsip gotong royong dan jika prinsip ini masih kuat indonesia akan bisa terus eksis dan menjadi negara yang maju. (*)

Penulis : Gede Julius, Desember 2023
*Note: tulisan ini murni pendapat pribadi penulis untuk pemahaman bersama dan tidak ada maksud menyinggung/menghina siapapun.

Segera! Thailand Akan Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

GLOBAL, Balinews.id – Anggota parlemen Thailand sedang bersiap untuk melakukan pemungutan suara yang bersejarah terkait…

December 20, 2023

Lirik Lagu Politrik Feast, Gambarkan Situasi Politik Saat Ini?

HIBURAN, Balinews.id – Band indie rock asal Indonesia, .Feast baru saja merilis lagu berjudul Politrik.…

December 20, 2023

Korban Jiwa Kebakaran Gudang LPG Kini 16 Orang, Tersisa 2 yang Dirawat

DENPASAR, Balinews.id – Korban jiwa akibat kebakaran di Gudang Gas LPG di Jalan Cargo Taman…

December 20, 2023

Menko Airlangga: Tak Ada Anggaran Bansos Untuk Korban Judol

NASIONAL, Balinews.id – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan tak ada anggaran bantuan sosial (bansos)…

December 20, 2023

DPR Usulkan Mahasiswa Ekonomi Kelas Menengah Diberikan Beasiswa

NASIONAL, Balinews.id – c Menurutnya, model pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berlaku saat ini…

December 20, 2023