Teman Tapi Cinta

BaliNews.id, Romantisme – Kau temanku tapi aku mencintaimu. Kau temanku tapi aku selalu berdebar bila di dekatmu. Aku selalu ingin bertemu denganmu. Aku selalu ingin tahu kabarmu. Kau temanku tapi aku selalu nyaman bila di sampingmu.

 

Kau temanku tapi kau mencintaiku. Kau temanku tapi kau selalu menanyakan kabarku selayaknya orang jatuh cinta. Kau temanku tapi kau selalu menatap mesra diriku saat kita berjumpa. Kau temanku tapi kau tak menginginkan ada lelaki lain yang datang mendekatiku. Diriku menikmatinya, diriku berbunga-bunga.

 

Sungguh diri ini tidak pernah tahu bilamana rasa cinta ini hadir dan bertahta. Yang aku tahu, aku menyadari kalau aku punya cemburu untukmu. Yang aku tahu, aku tidak menginginkan ada wanita lain mendekatimu. Dan ini adalah perasaan tergila, perasaan terbahagia, perasaan terindah tentangmu.

BACA JUGA  "Hati itu Benar"

 

Sampai kapan kita akan menikmati cinta dalam pertemanan ini tanpa suatu ikrar? Tetapi haruskah cinta memerlukan bukti sebuah kata? Tidakkah genggaman tanganmu, pandang mesramu, sesendok suapmu, cemburumu, dan sebaris ucapan selamat malammu menjelang tidurku adalah sebuah bukti nyata cinta itu?

 

Biar saja cinta dalam pertemanan ini menjadi rahasia senyuman kita. Aku ingin hanyut dalam debar kegilaan ini. Aku ingin menikmati cinta dalam kecanggungan saat kita berdua bertatap mesra tanpa berani memberi makna. Sampai nanti hati tak sanggup lagi bertahan dalam sembunyi, dan bibir berkata kau jantungku, aku jatuh cinta padamu, aku mencintaimu.

 

Bali, 20 Oktober 2020

 

BACA JUGA  Kalimat Cinta, Sebuah Romansa Dalam Kemeja

 

Facebook Comments