Tak Mendamba Malam

Lembayung Senja Telah Menjelang,Semburat Keemasan Membentang,Alam Malam Pun Berdendang,Bersiap Menyongsong Tugasnya Telah Datang.Dan Tiba Pula Masa Hatiku Tuk Meradang.

Sebagian Besar Insan Bergembira Menyambut Datangnya Malam.Mereka Selalu Mendamba Malam,Rindu Rengkuhan Hangat Malam Dan Terbuai Bisikan Mesra Malam.Mereka Ingin Mengobati Lelah Dan Letih Dari Cengkeraman Siang.Siang Sang Harapan,Siang Sumber Kepenatan.Tetapi Tidak Denganku,Aku Tak Mau Malam Datang.

Aku Tidak Membenci Malam,Hanya Saja Kehadirannya Begitu Tidak Kuinginkan.Bersamaan Hadirnya Malam,Itu Tanda Aku Harus Kehilanganmu.Begitu Malam Datang,Belahan Jiwaku Pun Menghilang,Ditelan Sang Kegelapan.Aku Hanya Bisa Bercengkrama Dengan Bayang-Bayangmu,Mencari Penghiburan Hati Dengan Kenanganku Bersamamu Sepanjang Siang.Tak Jarang Airmata Berlinang Dikala Rindu Membuai Tanpa Bisa Kuelak.Menggigil Tubuh Ini Menahan Tanya, Adakah Saat Malam Seperti Ini Kau Juga Teringat Padaku??Merindukan Aku Dengan Segenap Hatimu??
Adakah Kau Membayang Mencari Tenang Dikeheningan Malam Bersamaku?
Ataukah Ingatanmu Tentangku Hanya Sebatas Siang??

BACA JUGA  Di Kaki Lereng Batur

Kau Kekasih Yang Hanya Bisa Kumiliki Dikala Siang.Diriku Harus Berpacu Dengan Ruang Dan Waktu.Karena Keadaan,Siang Pun Tak Jarang Aku Tak Bisa Memilikimu.Entah Ini Sampai Kapan.Entah Kapan Ini Akan Berakhir.Yang Aku Tahu, Aku Milikku Sepanjang Waktu,Sepanjang Siang Sepanjang Malam Meski Raga Tak Mengizinkan Akan Sebuah Temu.

Tetapi Malam,Aku Bersyukur Diantara Beribu-Ribu Hadirmu Membelaiku Dengan Sunyi Dan Sepi,Kau Malam,Kau Pernah Berbaik Hati Memberiku Satu Kesempatan Untuk Bersamanya.Ingin Aku Memprotesmu Malam Itu,Kenapa Saat Itu Kau Berlalu Begitu Cepat??Kenapa Hanya Sekejab Kau Berikan Aku Waktu Menikmati Pelukan Dan Bisik Cintanya??Aku Ingin Lebih Lama,Aku Ingin Mengobati Semua Luka Rinduku Akan Kebersamaan Menikmati Malam.Aku Ingin Lebih Lama Bermanja Dengannya, Tenggelam Dalam Binar Cintanya Sebelum Pagi Menjelang.

BACA JUGA  Kesepakatan Hati

Kenangan Akan Malam Itu, Adalah Satu-Satunya Pengobat Hati,Penguat Diriku Melalui Setiap Malam Duka Karena Terpisah Darimu.Dan Dalam Naifku,Aku Berharap Akan Ada Lagi Malam-Malam Seindah Itu,Dimana Hanya Ada Kau Dan Aku,Berpeluk Dalam Tenang Saling Berbisik Akan Indahnya Masa Depan.