Romantisme Pagi, Teruntuk kamu penjaga hati.

Selamat pagi kamu yang disana, meski hanya lewat ruang dan maya kita saling sapa. Namun selalu ada harap temu yang nyata dan segalanya telah kutitipkan dalam Doa

Kepada tetes embun di pagi buta, aku ingin menceritakan bahwa orang pertama yang terlintas dalam pikiran ku pagi ini adalah kamu. Dan kepada bintang yang paling terang, aku ingin bercerita bahwa orang yang akan terakhir kali ku pikirkan sebelum tidur adalah kamu.

Kesetiaan yang kuberikan padamu bukan karena sifat naluri ku, akan tetapi aku menyadari betapa sulitnya menjaga hati yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang pantas saja. Dan aku ingin menjadi orang yang pantas untukmu

Maafkan aku jika aku terus mengganggu hari-hari mu. Hanya saja aju terlalu sulit melewatkan setiap menit tanpa melibatkanmu di dalamnya. Sungguh aku tak ingin melakukan semua ini, tapi akupun tak bisa menyangkal semuanya.

Terima kasih karena telah mendatangkan cinta, meninggalkan rindu, dan menghapus luka. Mungkin aku bisa saja berpura-pura kau tak melakukan semua itu, tapi sejujurnya aku terlalu sulit untuk berbohong padamu bahwa aku menginginkanmu, bersamamu, sepanjang hidupku.

 

Itu sore yang sunyi kala itu aku berdiri ditengah hujan yang membasahi sekujur tubuhku. Hingga gigil memelukku bersama rintik hujan yang selalu membawaku pada kenangan yang ingin ku ulang bersamamu.

Melewati hari-hari yang penuh dengan segala hal yang membuat ku sejenak mampu melupakanmu. Namun sialnya ketika aku hendak terlelap. Aku mengingat kembali tentangmu yang membuat usahaku sia-sia.

 

Aku berharap hari ini hujan turun dengan syahdu, membawa aroma tanah yang kau suka. Lalu matahari muncul malu-malu sembunyi di belakang awan yang membiru. Aku tak ingin kulitmu memerah tak nampak cerah dan jika bulan datang malam itu biarkan angin datang dengan tenang masuk melalui celah untuk membelai kau yang telah lelah.

Orang-orang menertawakan ku bodoh karena terlalu setia dan berharap kepadamu. Aku menertawakan mereka karena perasaan mereka begitu murah kepada orang lain.

Memang saat ini kita tak bisa bersama tapi Ijinkan aku untuk tetap menyebut namamu dalam setiap doaku, karena Siapa tahu Tuhan masih mengijinkan aku untuk melengkapi tulang rusukku

Mengenai rindu yang tak kunjung usai, aku tak bisa berpura-pura tenang di depanmu. Bahkan aku tak bisa berpura-pura terlelap di malam hari.

Di hadapan senja Aku ingin jangan lagi ada jeda diantara kita, Mari saling menjaga dan merawat cinta hingga kita menua bersama dan Abadi dalam pelukan semesta

Tak harus kukatakan padamu bahwa aku selalu memperhatikanmu, memikirkanmu di kala malam, dan yang tak paling ku mengerti adalah otak ku secara spontan mengingatmu bahkan di kala aku bangun pagi. Kurasa ada yang salah dengan ku.

Sungguh jika hatiku dapat berbicara, maka aku tidak tahu seberapa lama waktu yang dibutuhkan hanya untuk mengungkapkan rasa yang selama ini terpendam untukmu.

Meninggalkan kebiasaan buruk yang tidak kau sukai adalah perkara mudah bagiku selama kau tetap bersamaku melewati semuanya. Yang menjadi perkara sulit adalah membiarkanmu pergi karena aku tidak bisa meninggalkan kebiasaan buruk ku.

Aku mengalah bukan karena aku lemah dan membiarkanmu mendapat apapun yang kau mau. Aku mengalah karena kau takut jika aku membiarkan ego ku. Aku tidak ingin kehilangan harta paling berharga di sepanjang hidupku.

Terimakasih banyak untukmu, kau menguatkan ku di kala lemah, meninggikan ku di saat jatuh, dan menuntun ku di saat salah arah. Dan aku tidak tahu lagi harus mencari ke mana sosok sepertimu jika suatu saat aku kehilanganmu.

Aku akan mendapat hidup ini untukmu dan untuk cinta kita sudah lah aku bahagia memilikimu. kp

Facebook Comments

BACA JUGA  Jika Tulus Mencintai

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id