Romantisme : Jangan Tunda Niat Baikmu

BaliNews.id – Jika kau ingin mengulurkan tanganmu, ulurkanlah dengan segera. Ikuti kata hatimu. Jangan biarkan pikiranmu meracuni niatmu. Jangan menunda niat baikmu. Jangan menunda karma baikmu.

Jangan kau banyak berpikir bahwa dia masih muda, masih sehat, dan masih masih lainnya. Karena ketidakberdayaan hidup tak pernah memandang usia, tak melihat kekuatan fisik, ketampanan ataupun kecantikan, kecerdasan, bahkan keturunan dan masa lalu seseorang.

Bersyukurlah jika kau masih dikaruniai jiwa dermawan, karena sesungguhnya kedermawananmu hari ini adalah bekal kenyamananmu di masa depan. Mereka yang hari ini berkelimpahan, tapi tak pernah rela berbagi dengan segala macam dalilnya sesungguhnya mereka hanya orang-orang yang ibaratnya makan nasi kemarin, orang-orang yang sedang menghabiskan hasil karma baiknya di masa lampau.

BACA JUGA  Di Kaki Lereng Batur

Mereka yang hari ini berkelimpahan, tapi selalu menunda mengulurkan tangan kebaikan, sesungguhnya mereka sedang perlu kita kasihi. Mereka tampak menikmati hidup tapi sesungguhnya mereka sedang merana.

Jangan lelah berbuat kebaikan meski sekecil apapun dan kepada siapapun. Karena setiap kebaikanmu, setiap uluran tanganmu adalah bentuk pertolongan dirimu sendiri di masa-masa susahmu entah kini atau nanti. Kedermawanan hati dan harta juga sebagai bentuk melatih diri akan arti ketulusan dan keikhlasan. Membantu itu mudah, menjadi tulus, murni tanpa embel-embel apapun itu adalah proses panjang batin kita. Dan ikhlas adalah yang tersulit, bagian dari memberi lalu melupakan. Bagian dari persembahan tertinggi kita kepada-Nya. Bagian terdalam romantisme jiwa dengan Semesta.

BACA JUGA  Romatisme : Sesal

By : Heart and Love in Bali, 24 Agustus 2020

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id