Romantisme; Cerita Yang Tak Pernah Usai

BaliNews.id – Emosi yang telah membuat semua berhenti. Cerita ini telah usai sebelum waktunya. Aku dan kamu hanyalah dua bongkahan keegoisan yang terus saling menyakiti.

 

Cerita ini telah usai sebelum mimpi menjadi nyata. Cerita ini telah berhenti sebelum janji ditepati. Cinta yang tak seharusnya, cinta yang telah mengoyak jiwa. Kehidupan yang seharusnya tertawa telah menjelma menjadi guratan-guratan benci dan kecewa.

 

Hasrat yang keliru, hasrat yang mengingkari hati nurani telah menghancurkan cerita keagungan cinta. Hasrat yang keliru telah merendahkan martabatku dan martabatmu. Telah kubuang bertahun waktuku hanya untuk sebuah kebodohan atas nama cinta.

 

Cerita ini cerita yang tidak pernah usai, tapi aku mensyukurinya. Meskipun aku sakit dan berdarah, tapi tak mengapa. Akan ada cerita kesembuhan dilain hari. Karena aku tahu bila aku mengharapkan cerita ini usai, selamanya hatiku akan berdarah tertusuk cerita keegoisan berkamuflase cinta.

BACA JUGA  Romantisme : Aku Pergi ...

 

Aku tidak pernah menyesal mengenalmu. Yang aku sesali adalah asmaraku denganmu. Yang aku sesali adalah dosa-dosa kita ketika melanggar norma dan etika cinta. Karena etika cinta adalah kasih sayang, kelembutan, dukungan, kepercayaan, dan kesetiaan. Sedangkan aku berkali hanya menerima pengkhianatan. Dan berkali aku memberi caci atas nama sakit hati.

 

Keputusan meng – usai – kan cerita ini sebelum waktunya adalah keputusan yang berhak paling aku syukuri. Karena aku sudah rindu dengan tawaku yang dulu. Karena aku ingin menjadi diriku kembali. Dan aku yakin masih ada cinta yang layak yang seharusnya kumiliki yang mungkin sudah menantikanku di lain ujung ruang dan waktu.

BACA JUGA  Kemesraan Memang Milik Siapa Saja

 

Bali, 27 September 2020

Facebook Comments

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id