Petualang Kehidupan

BaliNews.id – Jika sudah tidak tahu harus berkata apa-apa lagi, cukup heningkan dirimu sejenak. Setidaknya biarkan isi kepalamu mendingin. Jika kemarahan sudah menguasai dirimu, tariklah napasmu dalam-dalam dan kepalkan kedua tanganmu dengan kuat, lalu hembuskan napasmu dan buka kepalan tanganmu. Setidaknya itulah ekspresi terbaik dan tercepat menguasai amarahmu.

Jika kamu sudah lelah dengan banyak kegagalan dan kegagalan yang sama dan menyakitkan, istirahatlah sejenak, nikmatilah hidupmu dengan cita dan cinta.Masih banyak jalan kesuksesan lain yang menunggu.Tinggalkan rutinitas semumu sementara waktu.Obati jiwa dan ragamu.Dengarkan suara ibu alam semesta yang ada dalam sanubarimu.

Perawat-perawat kehidupan nan cantik dan molek selalu siap sedia merawat luka-luka batin sang petualang kehidupan.Perawat-perawat cantik yang memang diciptakan oleh ibu Pertiwi untuk anak-anaknya, manusia-manusia yang dilanda lelah batin karena salah jalan,karena keserakahan, karena terlalu berambisi mengejar nikmatnya dunia materi dan sensualitas.Birunya lautan,luasnya samudera,deru ombak yang tiada putus, gemericik air sungai yang mengalir,sejuknya mata air dan syahdunya nyanyian air terjun.Biarkan dan nikmati mereka merawat kegelisahanmu dan menghadirkan sejuta hening dalam diri.Hijaunya dedaunan, tingginya gunung yang menjulang.Biarkan mereka merawat kekeringan jiwamu,memberikan kesegaran dalam rongga dadamu dan menguatkan semangatmu kembali.Menarilah,rentangkan kedua lenganmu dan bernyanyilah ketika hijaunya hamparan persawahan menyambutmu.Ikuti tarian dan nyanyian sang padi bersama semilir angin.Hempaskan semua kegelisahanmu.Keluarkan semua rasa kecewa dan khawatirmu.Nikmati kembali keromantisanmu dengan keindahan alam semesta.

BACA JUGA  Romantisme : Lelaki Hebat, Lelaki Kuat

Jika selama ini kau terlalu sibuk berpetualang dengan keambisiusan,terbang terlalu tinggi, dan pada akhirnya kau terjatuh.Maka saatnya kau sekarang berpetualang ke dalam diri, melihat apa yang telah terjadi.Memperbaiki apa-apa yang telah rusak karena guncangan-guncangan proses jatuh bangunmu.Bersyukurlah kepada Tuhan dengan cara menyayangi ragamu.Dalam ragamu,di dalam hatimulah Tuhan bersemayam.Jadilah petualang yang bijak, petualang sejati yang tidak takut akan semua rintangan dalam hidup,namun tetap tidak melupakan berpetualang ke dalam diri.Demikian hidup akan selalu seimbang.

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id