Jadikan Aku

BaliNews.id – Masih kuingat hari itu,hari perjumpaan pertama kita.Disebuah ruang yang tak pernah terbayang olehku.Fase baru dalam hidupku dan juga mungkin hidupmu. Kamu duduk dibelakangku,tak ada yang istimewa.Aku hanya mendengar suaramu tanpa kutahu rupamu. Aku tak ingin menoleh ke arahmu,aku sudah cukup dengan dunia pikiranku yang penuh kepenatan.

Hari-hari pun berlalu,seminggu kita mengulang rutinitas yang sama.Duduk di ruangan yang sama,makan siang yang sama,belajar materi yang sama.Setiap hari aku mendengar suaramu yang lumayan berisik,dengan fisik yang tak istimewa pula di mataku.Lalu bagaimana denganku?Apakah aku kategori menarik??Tentu tidak sama sekali,aku hanya wanita biasa,berwajah biasa,bahkan saat itu aku berpenampilan dibawah standar ukuran menarik.Tapi soal nama? Aku pun tak tahu siapa namamu,dan tak pula ingin tahu.Sekian ratus orang di ruang itu,tak satupun aku ingin tahu atau berkenalan dengan orang baru.Aku terus sibuk dengan pemikiranku sendiri.

BACA JUGA  Dua Roda...

Seminar itu pun berakhir,sampai akhirnya kembali aku berjumpa denganmu,karena pekerjaan.Perjumpaan demi perjumpaan yang tak terelakkan dan semakin intens.Pekerjaan membuat kita selalu bertemu.Dan aku mulai merasa kau pribadi yang menarik,humoris, lembut dan paling populer di antara para alumni seminar itu.Waktu membuat kita banyak bicara meski sebatas pesan whattapp,entah karena urusan pekerjaan atau sekedar saling sapa basa basi.Meskipun kuakui kau cukup humoris,entah mengapa aku merasa ada sesuatu kesedihan di matamu.

Hampir setiap hari kau mengirimi pesan,nanya tentang pekerjaan.Tak jarang pula kau berinisiatif untuk bertemu tapi tidak bisa kupenuhi karena kesibukanku.Tetapi hati,kenapa ada yang aneh denganmu? Kenapa kalau sehari saja aku tak menemukan pesanmu,hatiku jadi hampa dan gelisah? Kenapa segala kepenatanku akan sirna dan berubah jadi senyum bahkan tawa ketika aku sudah mendengar suaramu atau sekedar kata hellomu di whattapp?Ada apa denganku?

BACA JUGA  Candu Pagi

Pertemuan pertamaku denganmu pun terjadi.Tidak berlangsung lama,tak ada yang special selain makan bareng, ngobrolin pekerjaan.Hanya itu.Sebulan waktu berlalu,entah kenapa waktu itu kita berselisih karena candaan.Aku ngambek.Dan tak henti kamu menghubungiku.Sampai aku menyadari kalau aku ternyata cemburu,cemburu kau bercanda dengan wanita lain, cemburu kau dikagumi banyak wanita.Untuk pertama kalinya aku menanggis karena rasa cemburuku.

Kita pun bertemu kembali, pertemuan yang hanya berdua.Kita tak ada bilang apa-apa,tak ada bilang cinta,aku jatuh cinta,kau cantik,kau ganteng atau apapun.Kau hanya bilang,”bolehkah aku panggil kamu sayang?”Dan kamu genggam jemariku.Aku hanya terdiam,yang jelas mungkin warna mukaku telah seperti pelangi,penuh warna-warni kebahagiaan.Kita menghabiskan waktu dengan menceritakan latar belakang kita masing-masing, sehingga terjawab sudah rasa penasaranku,alasan ada sorot kesedihan yang kutangkap dari setiap pandangan matamu.Dan aku pun bisa kembali merasa lega setelah sekian lama terkungkung kepenatan pikiran,lega karena kau mau mendengarkanku dengan sabar.Bahwa ternyata kita pribadi yang sama,latar belakang sama,pun punya masalah yang sama.Aku yang bertahun-tahun sibuk dengan kesedihan, cenderung menutup diri, akhirnya bisa kembali tersenyum setelah hadirmu disisiku.

BACA JUGA  Kesepakatan Hati

Entah mengapa setelah mendengar kisahmu,aku merasa hatiku telah lebih sekedar jatuh cinta.Ada kasih yang mendalam untukmu.Ada rasa haru,bahwa aku telah kau percaya jadi pendengarmu.Aku ingin menemanimu sepanjang hidupku,mengarungi suka duka bersamamu.Aku ingin mengobati setiap letihmu yang sudah bertahun-tahun kau rasakan.Aku ingin mendukung semua perjuangan hidupmu Sayang.Jadikan aku teman terakhir dalam meniti panjangnya liku hidup ini.Ajaklah aku ke mana pun kakimu melangkah.Dan yang pasti jadikan aku pelabuhan hati terakhirmu.Jodoh jiwa ragamu selamanya.