Dia Ayahku, Dia Cinta Pertamaku, Dia Cinta Sejatiku

BaliNews.id – Dia lelaki biasa saja,badannya ringkih karena termakan usia dan sakit yang dia derita semenjak muda.Dia bukan tipe lelaki kekar berotot,tapi dia adalah sumber kekuatanku. Dia pelindungku.Dia tak banyak berkata-kata,tapi akan selalu setia mendengar semua ceritaku.Dia lelaki yang tak pernah lelah mengupayakan kebahagiaanku.Dia lelaki yang bermata besar namun menyiratkan keteduhan dan kenyamanan bagiku.Dia adalah cinta pertamaku.Lelaki itu yang aku panggil Ayah.

Karena dia aku ada di dunia ini.Karena tetesan peluhnya ada butiran-butiran nasi yang membesarkan aku.Dia yang rela kepanasan,kehujanan, melupakan waktu demi memastikan tercukupinya semua kebutuhanku.Dia yang dikala aku kecil akan datang sebelum aku memanggilnya.Dan sampai aku dewasa pun dia akan selalu sama,merasakan dikala aku gundah gulana.Meskipun nasib tidak sepenuhnya berpihak baik padaku sebagai anak-anak karena perpisahanmu dengan ibuku,tak membuat kasih sayang dan tanggung jawab mu terhadapku berkurang.Akan selalu terkenang sepanjang hidupku, bagaimana kau selalu menyisihkan waktumu untukku meskipun kita tidak tinggal bersama karena perpisahanmu dengan ibu.Setiap pagi menjelang, kau selalu datang untuk mengantarkanku sekolah,dan tetap menjemputku di sore hari dari sekolah,mengajakku makan dan bercerita apa saja di setiap kebersamaan kita.Meskipun kebersamaan yang terbatas.Aku tahu pada masa itu tak mudah bagimu untuk mengatur waktu kerjamu,keluarga barumu,dan tetap ada waktu untukku.Kau Ayah,kau sahabat sejati pertamaku di dunia ini.Kau Ayah,kau idola hatiku.

BACA JUGA  Tenggelam Dalam Gelisah

Aku tahu dimata dan pikiranmu aku ini tetaplah anak tersayangmu,anak gadismu yang ingin selalu kau lindungi.Betapa aku ingat meskipun aku dulu sudah remaja 18 tahun,kau selalu khawatir dan memastikan aku aman saat menyebrang jalan.Ribuan kenangan indah yang telah kau ukir dihatiku Ayah.Kini aku telah dewasa.Aku telah meninggalkanmu, mengikuti hidup laki-laki pilihanku.Aku merasa separuh jiwaku pergi, tertinggal bersamamu.Hal yang membuat aku bersedih adalah saat-saat ini,ketika aku tidak bisa mendampingimu dan merawatmu diusia senjamu.Maafkan aku Ayah,maafkan anakmu ini.Aku yang kau besarkan dengan sepenuh cinta, sepenuh tanggungjawab yang kau bisa,di saat-saat kau membutuhkanku aku sering tak ada,bahkan mungkin tak pernah ada.Bahkan yang selalu membuatku tak kuasa menahan tanggis dan haru, adalah setiap aku merasa sedih,atau lelah dengan diri,kau selalu merasakannya sebelum aku bercerita.Suara lembutmu akan menyapaku dari kejauhan, memastikan aku baik-baik saja.Dan sirnalah semua beban didadaku,beban pikiranku,beban hidupku setiap kali aku bisa mendengar suaramu yang penuh perlindungan itu.

BACA JUGA  Kalimat Cinta, Raya Dalam Rindu

Kau Ayah,kau cinta pertamaku.Kau Ayah,kau sahabat sejati pertamaku.Kau Ayah,kau idola hatiku.Kau Ayah,penghapus segala derita jiwaku.Kau Ayah… satu-satunya lelaki di dunia yang akan selalu ada untukku,yang tak pernah menolakku.Kau Ayah, romantisme jiwaku,yang kehadiranmu akan selalu kurindukan sepanjang hidupku.Sembah sujudku selalu padamu, Ayah.

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id