Aku Ingin Sebuah Temu

Aku sudah lelah bercumbu dengan bayangmu, aku ingin sebuah temu dalam puncak rindu. Aku ingin secuil kecupan bibirmu, sepatah kata mesramu, seusap belaimu, dan segenggam rasa cintamu.

 

Bawalah aku duduk di pojok ruang rindu, dan biarkan aku bersandar dibahumu, rebah dalam dadamu dan merasakan detak jantungmu menyebut namaku. Biarkan mata ini memejam menikmati setiap degup gairah di dadamu. Pandang aku dengan cinta dan tumpahkan rindumu. Usap bibirku dengan jemarimu dan biarkan aku terus memejam dalam kemanjaan. Sampai napas kita beradu dan kita lupa waktu. Terbuai dalam kehangatan gelora asmara yang menderu.

Penuhi harapan hatiku dan hasrat pikiranku. Katakan kau akan segera datang menjemputku. Anganku memelukmu erat saat roda duamu berkelana menjelajah kota. Mencium aroma wangimu dari balik kemeja. Dan merasakan kegelian saat kau nakal mengusap lututku di setiap lampu merah kenangan cinta. Aku rindu menikmati tawa itu lagi. Sungguh aku rindu sebuah temu.

BACA JUGA  Romatisme : Sesal

 

Mengenang malam-malam bahagia, duduk bersila di emperan-emperan toko sekedar menikmati nasi bungkus warga kota sambil berceloteh ria. Berikan aku kesempatan itu lagi. Kembalikan bahagia kita, kembalikan bahagiaku.

 

Aku sudah gila dalam penantian, ingin kuberlari mencarimu meskipun harus ke setiap sudut kota ini. Aku tidak akan peduli seberapa lelah aku alami untuk menemukanmu. Tapi apa daya aku hanya sanggup tergugu dalam pilu. Kau tak akan mungkin kutemukan lagi di duniaku ini. Kau tinggalkan aku begitu cepat, aku ingin menyusulmu ke surga…..

 

Bali, 24 Oktober 2020

Facebook Comments

Redaksi

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id