Balinews.id

Mengenal ERP, Wacana Jalan Berbayar yang Akan Diterapkan di Jakarta

Ilustrasi kemacetan di Jakarta (sumber foto: Mikechie Esparagoza/Pexels)

Balinews.id – ERP (Electronic Road Pricing) merupakan sistem yang akan mengenakan biaya kepada pengguna kendaraan bermotor yang melewati ruas-ruas jalan tertentu. ERP bertujuan untuk mengurai kemacetan di jalan raya, mengurangi emisi gas karbon, dan mendorong masyrakat untuk memilih menggunakan kendaraan umum dibanding kendaraan pribadi. Sistem ERP menerapkan proses pembayaran secara elektronik dan memungkinkan diterapkannya tarif yang berbeda-beda sesuai kondisi kemacetan lalu lintas.

Wacana ERP di Jakarta

Lalu lintas Jakarta (sumber foto: TOm Fisk/Pexels)

Wacana penerapan ERP di Jakarta sudah disampaikan sejak bulan Januari lalu. Rencananya ERP akan diberlakukan setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB di 25 ruas jalan Ibu Kota Jakarta. Tarif yang diusulkan untuk penerapan ERP adalah Rp 5.000 hingga Rp 19.000. Namun tarif tersebut akan disesuaikan dengan kategori dan jenis kendaraan. Beberapa ruas jalan yang diwacanakan akan menerapkan sistem ERP diantaranya

Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Majapahit. Kemudian, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati mulai dari simpang Jalan Ketimun 1 sampai simpang Jalan TB Simatupang. Selanjutnya di Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan S. Parman mulai simpang Jalan Tomang Raya sampai Jalan Gatot Subroto. Selain itu, Jalan Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Jalan Rasuna Said, Jalan DI Panjaitan, Jalan Jenderal Ahmad Yani mulai simpang Jalan Bekasi Timur Raya sampai simpang Jalan Perintis Kemerdekaan. Terakhir di Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Stasiun Senen dan Jalan Gunung Sahari.

Negara yang Menerapkan Sistem ERP

Inggris pencetus sitem jalan berbayar (sumber foto: Ollie Craig/Pexels)

Jakarta bukanlah yang pertama menerapkan sistem ERP. ERP juga diterapkan di negara lain seperti Singapura, Inggris, dan Swedia. Singapura merupakan negara pertama yang menerapkan sistem ERP dengan tujuan mengurai kemacetan. Sistem ERP ini mulai diterapkan pada tahun 1998 yang berlaku setiap hari kerja mulai pukul 07.00 sampai 17.30.  Harga yang diterapkan bervariasi tergantung jenis kendaraan, lokasi, waktu, dan tingkat kepadatan jalan saat itu. Selain kendaraan roda empat atau lebih, ERP juga diberlakukan untuk sepeda motor. Di Swedia ERP baru diterapkan pada tahun 2006. Sistem tarif ini diterapkan di kota Stockholm, diluncurkan dan diuji coba selama tujuh bulan, yakni antara Januari hingga Juli. Lain halnya di Inggris, sistem ini baru diterapkan di tahun 2012.

Duo Pencuri Motor di Jalan Poppies Kuta Dibekuk, 1 Melarikan Diri

BADUNG, Balinews.id – Dua dari tiga komplotan pelaku pencurian motor yakni Dodi Andika (23) asal…

February 7, 2023

Diduga Mengantuk, Mobil Pick Up Terguling Hingga Nyemplung di Got

Tabanan, Balinews.id – Seorang pemuda asal Kupang, Nusa Tenggara Timur bernama Maridwan D. Obhetan (26)…

February 7, 2023

Kemenperin Batasi Impor Barang Elektronik, Kulkas – Laptop Masuk Daftar

Balinews.id – Dalam mendukung iklim usaha yang kondusif bagi industri elektronik nasional, Kementerian Perindustrian (Kemenperin)…

February 7, 2023

Indonesia Kirim Wakil di Semua Sektor Bulu Tangkis pada Olimpiade Paris 2024

Jakarta, Balinews.id – Indonesia memastikan akan mengirim wakil pada semua sektor cabang olahraga bulu tangkis…

February 7, 2023

Kubu Prabowo Upayakan Rekonsiliasi

NASIONAL, Balinews.id – Calon Presiden sekaligus pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Prabowo Subianto terus berupaya…

February 7, 2023