Balinews.id

Ganjar dan Anies Mantap Jadi Oposisi, Bagaimana Dengan PDIP?

Kedua mantan calon presiden, Anies Baswedan (Kanan ) dan Ganjar Pranowo (Kiri). (Foto: Reyhaanah A)

NASIONAL, Balinews.id – Dalam sebuah pernyataan yang menegaskan sikap politiknya, dua mantan calon presiden, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, telah menyatakan bahwa mereka tidak akan bergabung dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang terpilih. Meskipun masih belum resmi dilantik, keputusan ini menandakan sebuah pembelokan dari tradisi politik yang biasanya melihat para kandidat yang kalah dalam pemilihan presiden bergabung dalam pemerintahan.

Ganjar Pranowo, mantan gubernur Jawa Tengah, dalam sebuah acara pembubaran Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, menegaskan kembali bahwa ia tidak akan bergabung dalam pemerintahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan berarti tidak mencintai republik, tetapi sebagai cara terbaik untuk mengontrol jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran.

Sementara itu, Anies Baswedan menegaskan bahwa posisinya akan tetap di luar pemerintahan, mengikuti pakem politik bahwa yang kalah dalam kontestasi pemilihan presiden harus berada di luar pemerintahan. Namun, ia mengingatkan bahwa posisinya berbeda dengan Ganjar karena ia bukan anggota partai politik.

Dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) kini menjadi sorotan publik, mengingat statusnya sebagai partai politik terbesar di Indonesia. Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, memberikan sinyal bahwa partainya akan mengambil jalan sebagai oposisi atau berada di luar pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ujang Komarudin, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, menilai bahwa pernyataan Hasto memperkuat dugaan bahwa PDI-P akan memilih berada di luar pemerintahan. Ini didasarkan pada pandangan bahwa partai tersebut sejak awal lebih condong menjadi oposisi.

Meskipun demikian, Gibran Rakabuming, putra sulung Presiden Joko Widodo yang juga merupakan wakil presiden terpilih, menanggapi santai keputusan Ganjar dan potensi keputusan PDI-P untuk menjadi oposisi. Gibran menekankan pentingnya dialog dan komunikasi dengan semua pihak, serta mengungkapkan keinginan pemerintahannya untuk merangkul semua pihak, termasuk dari oposisi.

Sementara publik menunggu keputusan resmi PDI-P, sikap politik Ganjar dan Anies telah menegaskan bahwa mereka akan tetap memainkan peran mereka sebagai kontrol eksternal terhadap pemerintahan yang akan datang. Bagaimana dinamika politik selanjutnya akan berkembang, khususnya dengan posisi PDI-P, tetap menjadi sorotan utama di tengah masyarakat Indonesia.

Tak Hanya Sekedar Hiburan, Ini Manfaat Membaca Novel yang Perlu Dipertimbangkan

INTERMESO, Balinews.id – Membaca novel seringkali dianggap sebagai hiburan semata bagi sebagian orang. Namun, ada…

May 8, 2024

Dikira Ngancam Pakai Pisau, Ternyata Pembuka Tutup Botol

DENPASAR, Balinews.id – Sepasang suami istri penjual nasi goreng di daerah Pemogan Denpasar Selatan mendapat ancaman dari…

May 8, 2024

Sempat Ngaku Sakit, Nyoman Panca Ditemukan Tewas Telanjang di Kamar Kos

DENPASAR, Balinews.id – Seorang pria asal Buleleng bernama I Dewa Nyoman Panca (54) ditemukan tak…

May 8, 2024

Bule Australia Dideportasi Akibat KDRT Dengan Istrinya yang Merupakan WNI

BADUNG, Balinews.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, melalui Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim)…

May 8, 2024

Ancam Pedagang Nasgor di Pemogan dengan Sajam, Pria Ini Akhirnya Minta Maaf

VIRAL, Balinews.id – Warganet dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan seorang pria membawa senjata tajam…

May 8, 2024