Balinews.id

Diplomat Nigeria dan Petugas Imigrasi Sepakat Berdamai, Akui Salah Paham

Ilustrasi Pemukulan. Sumber : Pixabay

BaliNews.id– Ketegangan yang terjadi antara seorang diplomat Nigeria, Ibrahim, dengan petugas imigrasi Jakarta berakhir damai. Kedua belah pihak mengakui ada kesalahpahaman antara keduanya.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, Ibnu Chuldun, penyelesaian secara kekeluargaan ini tercapai setelah Ibrahim bersedia menunjukkan identitas setibanya di Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Non-TPI Jakarta Selatan.
Dilansir dari Kumparan.com, “Setelah tiba, kita baru mengetahui bahwa beliau adalah diplomat. Setelah diketahui status yang bersangkutan sebagai diplomat, maka kontak dengan Kemlu [RI] segera dilakukan. Kemlu langsung melakukan verifikasi dan memberikan konfirmasi status yang bersangkutan sebagai diplomat serta menjelaskan hak-haknya,” jelas Ibnu pada jumpa pers di Jakarta, Kamis (12/8).
Setelahnya, Duta Besar Nigeria untuk Indonesia, Ari Usman Ogah, datang ke kantor imigrasi bersama anggota kepolisian dari Polda Metro Jaya. Kata Ibnu, di hadapan Dubes Nigeria dan kepolisian, Ibrahim dan petugas imigrasi memutuskan untuk menyelesaikan konflik secara kekeluargaan.
Setelahnya, Duta Besar Nigeria untuk Indonesia, Ari Usman Ogah, datang ke kantor imigrasi bersama anggota kepolisian dari Polda Metro Jaya. Kata Ibnu, di hadapan Dubes Nigeria dan kepolisian, Ibrahim dan petugas imigrasi memutuskan untuk menyelesaikan konflik secara kekeluargaan.
Dilansir dari Kumparan.com, ketegangan antara petugas imigrasi dan diplomat Nigeria terjadi pada Sabtu (7/8). Kejadian bermula ketika petugas imigrasi Jakarta melakukan pengecekan rutin izin tinggal WNA. Ketika petugas meminta kartu identitas Ibrahim di depan sebuah apartemen di Kuningan, Jakarta Selatan, Ibrahim menolak.
Karena tidak menunjukkan upaya untuk bersikap kooperatif, petugas memutuskan untuk membawa Ibrahim ke kantor imigrasi.
Saat di perjalanan, akibat tidak memperoleh jawaban soal kantor imigrasi mana yang akan didatangi, Ibrahim meronta dan menunjukkan sikap agresif. Ia disebut meronta-ronta, berteriak, bahkan menggigit dan menyikut petugas.
Akhirnya petugas imigrasi memegang Ibrahim dengan cara menahan tangan dan kepalanya, untuk mencegah situasi semakin memburuk.
(ab)

Sehari Pasca Ditembak, Donald Trump Hadiri Konvensi Nasional Partai Republik

GLOBAL, Balinews.id – Calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Kota Milwaukee, Wisconsin,…

August 12, 2021

Begini Harapan Ratusan Penyandang Disabilitas pada Ketut Juliarta

KLUNGKUNG, Balinews.id – Pada hari Minggu, 14 Juli 2024, ratusan penyandang disabilitas berkumpul di Sekretariat…

August 12, 2021

Tanggulangi Kejahatan Siber, Polri akan Rekrut 45 Perwira di Bidang IT

NASIONAL, Balinews.id – Maraknya serangan siber di tanah air membuat Polri berencana merekrut sumber daya…

August 12, 2021

Nyoman Parta Sukses Perjuangkan Hak Pekerja APS, Downgrade Status Resmi Dibatalkan

Balinews.id – Rencana perubahan status pekerja dari PKWTT/Permanent menjadi PKWT/Kontrak di PT Angkasa Pura Supports…

August 12, 2021

10 WN Tiongkok Diamankan Atas Dugaan Pelanggaran Izin Tinggal

BADUNG, Balinews.id – Sepuluh warga negara asing (WNA) asal Tiongkok ditahan oleh Kantor Imigrasi Kelas…

August 12, 2021