Balinews.id

Melalui Gerakan Eco Enzyme, Nyoman Parta Ajak Masyarakat Melek Persoalan Sampah

Pemaparan materi mengenai gerakan Eco Enzyme oleh I Nyoman Parta melalui zoom meeting, Minggu (2/6).

 

“Jangan mimpi punya laut yang bersih, kalau rumah tangga masih suka buang sampah sembarangan” – Nyoman Parta.

DENPASAR, Balinews.id – Bersama Enzim Bakti Indonesia, Anggota DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta serukan gerakan  pengelolaan sampah berbasis rumah tangga kepada masyarakat. Sosialisasi tersebut dilaksanakan melalui zoom meeting pada Minggu (2/6) pukul 20.00 wita diikuti oleh lebih dari 80 peserta yang tersebar di seluruh Indonesia.

Saat membuka materinya, Nyoman Parta membahas isu mengenai kebakaran  Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia. Bahkan sepanjang tahun 2023, sebanyak 28 TPA yang ada di Indonesia terbakar. Hal tersebut diakibatkan oleh meledaknya gas metana yang dihasilkan oleh sampah organik dan sudah terkamuluasi selama bertahun-tahun.

“Sebagian besar kebakaran di TPA  disebabkan oleh gas metana yang terbentuk dari sampah organik yang terakumulasi selama bertahun-tahun. Gas metana ini setiap hari bertambah volumenya dan dapat meledak  hingga menyebabkan kebakaran,” jelas Parta.

Ia menekankan bahwa bukan plastik, styrofoam, atau residu lainnya yang menjadi penyebab utama kebakaran, melainkan gas metana. Dengan demikian, kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah organik sangatlah diperlukan.

“Maka dari itu, tercetuslah ide mengenai biopori dan teba modifikasi. Terutama masyarakat di Bali, teba ini sudah menjadi kearifan lokal sejak dulu dan ini perlu di lestarikan,” tambahnya.

Dijelaskan bahwa biopori merupakan lubang Resapan sebagai alternatif untuk meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah. Sehingga nantinya dapat mengurasi resiko banjir akibat meluapnya air hujan. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan dirubah menjadi kompos oleh satwa tanah seperti cacing dan rayap. Kompos atau humus ini sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah. Serupa dengan teba modifikasi yang juga berguna dalam mempermudah proses penguraian sampah organik.

 

Pemaparan materi mengenai biopori dan teba modifikasi.

“Jadi yang dibuang kedalam lubang adalah sampah organik, kalau di Bali misalnya sampah sisa canang (daun), sisa makanan, dan itu tidak akan menimbulkan bau,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Nyoman Parta menyarankan agar sampah dipilah berdasarkan jenisnya. Untuk sampah organik dapat dibuang di teba modifikasi, sedangkan sampah anorganik akan dipilah berdasarkan jenisnya dan dibawa ke TPA. Lalu bagaimana dengan sampah buah-buahan dan sayuran?

Ia menekankan pentingnya mengolah sampah buah-buahan tersebut menjadi eco enzym. Eco enzym ini tidak hanya membantu mengurangi penumpukan sampah di TPA, tetapi juga memiliki banyak kegunaan praktis. Selain sebagai pupuk tanaman, eco enzyme juga dapat dijadikan sebagai cairan pembersih serbaguna. Hal ini sangat berbeda dengan produk pembersih yang dijual secara komersial. Produk pembersih umumnya mengandung senyawa kimia yang tidak bersahabat bagi manusia maupun lingkungan.

“Eco enzym dapat digunakan untuk mengepel lantai, menyiram tanaman, dan membersihkan kandang hewan peliharaan seperti anjing dan babi, sehingga lingkungan tetap bersih dan baunya tidak mengganggu tetangga,” jelasnya.

Cara aplikasi eco enzyme untuk bersih-bersih rumah yaitu, campurkan cairan eco enzyme dengan air. Waktu penyimpanannya hanya 7 hari, hal ini dikarenakan, bakteri akan tumbuh pada air dan merusak larutan pembersih.

Tak hanya itu, eco enzyme juga bermanfaat dalam melestarikan lingkungan. Hal tersebut lantaran kandungan senyawa yang sangat baik bagi lingkungan. Terbukti dengan adanya peningkatan kualitas air danau yang diuji oleh ahli usai dituangkan eco enzyme.

Diakhir materinya, pria kelahiran Desa Guwang ini menekankan pentingnya kesadaran dan tindakan nyata dalam mengolah sampah rumah tangga. Dilihat dari permasalahan sampah yang tiada habisnya, ditambah kapasitas TPA yang mulai penuh dan bermasalah.

“Kita harus segera  bertindak dan melakukan aksi nyata, karena percuma kalau hanya berdiskusi sampai berbuih, tapi tidak direalisasikan maka tidak ada perubahan,” pungkasnya. (*)

Tak Hanya Sekedar Hiburan, Ini Manfaat Membaca Novel yang Perlu Dipertimbangkan

INTERMESO, Balinews.id – Membaca novel seringkali dianggap sebagai hiburan semata bagi sebagian orang. Namun, ada…

June 2, 2024

Dikira Ngancam Pakai Pisau, Ternyata Pembuka Tutup Botol

DENPASAR, Balinews.id – Sepasang suami istri penjual nasi goreng di daerah Pemogan Denpasar Selatan mendapat ancaman dari…

June 2, 2024

Sempat Ngaku Sakit, Nyoman Panca Ditemukan Tewas Telanjang di Kamar Kos

DENPASAR, Balinews.id – Seorang pria asal Buleleng bernama I Dewa Nyoman Panca (54) ditemukan tak…

June 2, 2024

Bule Australia Dideportasi Akibat KDRT Dengan Istrinya yang Merupakan WNI

BADUNG, Balinews.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, melalui Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim)…

June 2, 2024

Ancam Pedagang Nasgor di Pemogan dengan Sajam, Pria Ini Akhirnya Minta Maaf

VIRAL, Balinews.id – Warganet dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan seorang pria membawa senjata tajam…

June 2, 2024