Perwira Paspampres Perkosa Prajurit Wanita di Bali, Begini Kronologinya

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. (Foto: YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa)

Balinews.id – Terkait kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang perwira Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Mayor (Inf) BF kian jadi sorotan. Bahkan, kini kasus tersebut mendapat perhatian dari Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan juga calon penggantinya Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono. Selain itu, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko juga turut berpendapat terkait perkara itu.

Pada pemberitaan sebelumnya, BF diduga memperkosa Letda Caj (K) GER di Bali pada pertengahan November 2022, di sebuah hotel saat keduanya tengah melaksanakan tugas pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi G20. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan kasus itu ditangani oleh Pusat Polisi Militer (Puspom TNI). Dia mengatakan anggota Puspom TNI sudah memeriksa dan menahan BF yang diduga memperkosa Letda GER. Andika juga menegaskan BF akan dipecat karena perbuatannya memperkosa Letda GER.

Dilansir dari Kompas, menurut Jenderal Andika Perkasa perbuatan Mayor Infanteri BF juga telah memenuhi unsur pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). “Kalau satu itu tindak pidana, ada pasal yang pasti kita kenakan, KUHP ada. Kedua, adalah dilakukan sesama keluarga besar TNI, bagi saya keluarga besar TNI, Polri, sama saja, maka hukuman tambahannya adalah pecat. Itu harus,”ujar Andika.

Moeldoko menyatakan siapapun yang melanggar hukum, termasuk prajurit TNI, tidak akan lolos dari sanksi pidana. “Enggak ada toleransi di dalam penegakan hukum siapapun dia, itu, dari manapun dia berasal,” ujar Moeldoko, di Epicentrum XXI, Jakarta, Sabtu (3/12/2022) seperti dikutip dari Kompas TV. Menurut Moeldoko dalam TNI sudah terdapat aturan tegas mengenai pelanggaran disiplin murni dan tidak murni.

Apabila prajurit TNI melakukan pelanggaran disiplin murni berupa perbuatan pidana, maka pelaku dapat dijerat dengan sanksi pidana. Selain itu, prajurit TNI yang terbukti melakukan tindak pidana juga terancam sanksi pemecatan. Moeldoko juga membenarkan soal kemungkinan sanksi pemecatan akan diberikan oleh panglima TNI terhadap prajurit yang mengabaikan Sapta Marga Prajurit. “Kita tunggu hasil persidangan. Jadi enggak semena-mena dipidanakan dipecat. Semua harus melalui proses,” ujar Moeldoko.

Kini Mayor BF yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap Letda Caj (K) GER saat ini ditahan di rutan Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya, Jakarta Pusat. BF juga sudah ditetapkan sebagai tersangka atas perbuatannya itu. (*)

Press ESC to close