Balinews.id

Penipuan Online “HP Murah” Dibongkar, Ternyata Begini Modus Para Pelaku

Polda Bali ungkap sindikat penipuan online, 5 Tersangka dibekuk.

DENPASAR, Balinews.id – Sebanyak 5 orang tersangka sindikat penipuan online berkedok “Iphone Murah” diringkus Kepolisian Daerah Bali. Mereka adalah Andhika Kurnia (39), Muh Sabir (33), Jusman (29), Muzakkir (24), dan anak dibawah umur berinisial MIA.

Wakil Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Wadireskrimsus), AKBP Ranefli Dian Chandra  menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari adanya laporan yang masuk terkait penipuan jual beli Handphone di media sosial Instagram. Akun tersebut diberi nama oleh pelaku menyamai nama salah satu toko gadget yakni Tara Phone.

“Awalnya korban bernama Ida Bagus Gede Adi Wirawan menemukan postingan reels penjualan handphone merk Iphone dengan harga murah dari media sosial dan tertarik untuk membelinya,” ungkap Ranefli, di Gedung Ditreskrimsus Polda Bali, Selasa (11/6).

Korban pun melakukan transaksi pembelian Iphone 12 Pro Max dan mentransfer ke rekening akun BNI dengan nomor 1826124498 atas nama PT Berkah Bersama Tarashop sejumlah Rp. 1.100.000. Namun, setelah mentransfer, korban tak kunjung mendapatkan barangnya.

Pria asal Kecamatan Marga, Tabanan itu mendatangi toko Tara Phone yang berlokasi di Dalung untuk menanyai barang yang dibelinya. Salah satu karyawan toko Taraphone menjelaskan bahwa akun yang dihubungi korban bukanlah akun resmi milik Tara phone alias akun palsu. Atas kejadian tersebut, korban membuat laporan ke Polda Bali.

“Setelah kami melakukan penyelidikan dan profiling, ternyata diketahui bahwa rekening bank tersebut digunakan untuk melakukan penipuan,” terangnya.

Pada Jumat (31/5) Tim dari Subdit V Ditreskrimsus Polda Bali mengamankan tersangka Andhika Kurnia di sebuah residence area Pemogan. Pria asal Jakarta Selatan itu mengaku bahwa Ia diminta membuka rekening untuk digunakan dalam judi online. Kemudian beberapa orang juga minta dibukakan rekening, hingga Andhika keluar dari LP pada 2022. Lalu, rekening-rekening buatan Andhika digunakan untuk menerima transaksi dari korban yang ditipu. Setelah didalami, munculah inisial A dan P.

“R yang masih DPO ini mengenalkan Andhika kepada P agar rekening yang dibuatnya diserahkan kepada P,” ucapnya.

Menurut keterangan tersangka Andhika, bos atau otak dari kelompok penipuan online tersebut berada di Kabupaten Sidenreng Rappang. Ia diketahui berinisial P dan masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ketika dikembangkan, 4 orang lainnya yang merupakan anak buah P yakni Muh Sabir, A Jusman, MIA dan Muzakkir juga turut diamankan di sebuah rumah Jalan Laoji, Desa Bulo Wattang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan pada 6 Juni 2024,

“Jadi 4 orang yang ditangkap di kecamatan Sidenreng Rappang itu merupakan anak buah dari P. Mereka mengaku menyimpan alat bukti tindak pidana penipuan di sebuah rumah kayu area perkebunan masih di kecamatan tersebut,” jelas Mantan Kapolres Tabanan itu.

Saat digeledah, polisi menemukan barang bukti yang disimpan di sebuah rumah kayu yang terletak di Perkebunan Desa Sererang, Sidrap. Barang bukti tersebut terdiri dari HP berbagai merk sebanyak 13 yang digunakan untuk melakukan tindak pidana penipuan online.

“Keempat tersangka itu berperan sebagai operator media sosial yang menawarkan promo HP harga murah. Untuk tersangka Muh Sabir  juga membantu P dalam merekrut anggota baru untuk melakukan menipu” bebernya.

Dari tersangka Andhika, polisi menyita barang bukti berupa ; 23 buku tabungan dari berbagai bank, 14 kartu NPWP, 10 Kartu KTP dari berbagai nama, 2 Kartu SIM, 39 kartu ATM berbagai bank, 2 buah token BNI, 2 Buah stiker KTP atas nama Putra Siregar , 1 unit handphone merk Samsung Galaxy A33 dan 1 unit Samsung Galaxy A05.

Sedangkan dari tersangka MUH Sabir ditemukan barang bukti berupa 14 buah HP dari berbagai merk dan uang tunai sebesar Rp 25 juta. Kemudian dari tersangka A Jusman, petugas mengamankan 2 buah handphone.

“Untuk 4 orang tersangka ditahan di Rutan Polda Bali, sedangkan 1 anak dibawah umur masih menunggu assesment dari BAPAS,” pungkasnya.

Pihaknya memastikan akan melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku lainnya. Korban-korban lain dari penipuan tersebut juga tengah dilakukan pendataan. (*)

 

Segera! Thailand Akan Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

GLOBAL, Balinews.id – Anggota parlemen Thailand sedang bersiap untuk melakukan pemungutan suara yang bersejarah terkait…

June 11, 2024

Lirik Lagu Politrik Feast, Gambarkan Situasi Politik Saat Ini?

HIBURAN, Balinews.id – Band indie rock asal Indonesia, .Feast baru saja merilis lagu berjudul Politrik.…

June 11, 2024

Korban Jiwa Kebakaran Gudang LPG Kini 16 Orang, Tersisa 2 yang Dirawat

DENPASAR, Balinews.id – Korban jiwa akibat kebakaran di Gudang Gas LPG di Jalan Cargo Taman…

June 11, 2024

Menko Airlangga: Tak Ada Anggaran Bansos Untuk Korban Judol

NASIONAL, Balinews.id – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan tak ada anggaran bantuan sosial (bansos)…

June 11, 2024

DPR Usulkan Mahasiswa Ekonomi Kelas Menengah Diberikan Beasiswa

NASIONAL, Balinews.id – c Menurutnya, model pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berlaku saat ini…

June 11, 2024