Balinews.id

BKKBN Himbau Perempuan Boleh Hamil Maksimal Hingga 35 Tahun, Ini Alasannya

Kepala Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dokter Hasto, melakukan kunjungan kerja ke Semarang Jawa Tengah, Senin (25/3/24). Sumber foto: BKKBN

Semarang, Balinews.id – Kepala Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dokter Hasto,mengingatkan bahwa usia maksimal perempuan boleh hamil adalah 35 tahun. Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Semarang Jawa Tengah dalam rangka memberikan arahan pada Kegiatan Temu Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Provinsi Jawa Tengah, Senin (25/3/24).

“Mengapa usia 35 tahun maksimal untuk hamil, karena pada dasarnya manusia dari lemah dikuatkan, dari kuat dilemahkan. Puncaknya ada di umur 32 tahun. Sejak umur 32 tahun kita sudah mulai menua. Sejak usia 32 tahun sudah mulai keropos tulang-tulangnya,”  ucapnya.

Dokter Hasto juga menyampaikan bahwa  usia menikah ideal menurut BKKBN unutk laki-laki 25 tahun dan perempuan usia 21 tahun. Ia juga mengingatkan pentingnya asupan protein bagi ibu hamil dalam Percepatan Penurunan Stunting (PPS). Ibu hamil dan balita dianjurkan untuk mengonsumsi lele karena lebih baik daripada daging lainnya. Lele mengandung lemak yang mengandung DHA Omega 3.

“Yang membuat otak cerdas adalah DHA Omega 3,” ujar dokter Hasto.

Menurutnya intervensi terhadap PPS dapat disederhanakan  menjadi tiga pendekatan, yaitu makanan, ukuran ideal badan, dan kahanan (lingkungan, sanitasi, jamban, rumah).

“Ada yang sudah dikasih jamban tapi masih ada yang rutin BAB  (buang air besar) di sungai yang bisa menyebabkan diare, kemudian ada yang menderita TBC, karena rumahnya kumuh jendelanya tidak ada, tidak ada sirkulasi udara.”

Terakhir, Dokter Hasto juga mengingatkan, “Apabila ibu hamil kekurangan darah maka harus minum tablet tambah darah (TTD). Namun jangan pakai air teh, karena air teh dapat mengurangi penyerapan tablet tambah darah.”

Hal ini karena kekurangan darah atau anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan plasenta menjadi tipis dan anak kekurangan gizi, sehingga ukuran tubuh bayi menjadi kecil dan berpotensi terkena kekerdilan atau stunting. (*)

Duo Pencuri Motor di Jalan Poppies Kuta Dibekuk, 1 Melarikan Diri

BADUNG, Balinews.id – Dua dari tiga komplotan pelaku pencurian motor yakni Dodi Andika (23) asal…

March 28, 2024

Diduga Mengantuk, Mobil Pick Up Terguling Hingga Nyemplung di Got

Tabanan, Balinews.id – Seorang pemuda asal Kupang, Nusa Tenggara Timur bernama Maridwan D. Obhetan (26)…

March 28, 2024

Kemenperin Batasi Impor Barang Elektronik, Kulkas – Laptop Masuk Daftar

Balinews.id – Dalam mendukung iklim usaha yang kondusif bagi industri elektronik nasional, Kementerian Perindustrian (Kemenperin)…

March 28, 2024

Indonesia Kirim Wakil di Semua Sektor Bulu Tangkis pada Olimpiade Paris 2024

Jakarta, Balinews.id – Indonesia memastikan akan mengirim wakil pada semua sektor cabang olahraga bulu tangkis…

March 28, 2024

Kubu Prabowo Upayakan Rekonsiliasi

NASIONAL, Balinews.id – Calon Presiden sekaligus pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Prabowo Subianto terus berupaya…

March 28, 2024