Balinews.id

Wow! Produsen Mode MSCHF Rilis Sebuah Tas Sebesar Butiran Debu, Untuk Apa?

Kamu perlu mikroskop untuk dapat melihat tas super keciil ini (sumber foto: Times of India)

Balinews.id – Produsen mode MSCHF yang sempat menuai kontroversi lantaran merilis sepatu ‘setan’ berwarna merah yang diklaim mengandung setetes darah manusia, meluncurkan produk nyeleneh lainnya.

Kali ini mereka merilis tas tangan super mini. Ukuran tas ini mungkin kurang cocok disebut mini lantaran ukurannya yang sangatlah kecil, hanya sedikit lebih besar dari remah-remah biskuit.

“Lebih kecil dari sebutir garam dan cukup kecil untuk melewati lubang jarum, ini adalah tas yang sangat kecil sehingga Anda memerlukan mikroskop untuk melihatnya,” tulisan unggahan akun resmi MSCHF.

 

Kamu Dapat Membeli Tas Super Mini Ini

“Minggu depan, karya seni terbaru kami akan dilelang di Paris selama pekan mode,” tulis MSCHF dalam unggahannya di media sosial Instagram.

Seperti yang sudah disebut di atas, tas ini akan dipamerkan dalam kotak gel tertutup yang dipasang di bawah mikroskop untuk diperlihatkan kepada publik di galeri 8 Avenue Matignon, Paris, mulai tanggal 20-24 Juni.

Setelah dipamerkan, tas tersebut akan masuk ke dalam penjualan Just Phriends, sebuah lelang yang akan digelar dari rumah lelang Pharrell Williams, Joopiter, pada tanggal 19-27 Juni.

 

Sebuah Miniatur Dari Tas Tangan Ternama

Tas ini disebut sebagai Microscopic Handbag, tas mungil karya MSCHF ini terbuat dari bahan resin photopolymer yang berukuran 657 x 222 x 700 mikrometer. Jika dibandingkan, ukurannya hampir sama dengan sebutir debu.

Tas miniatur ini dimodelkan berdasarkan tas tangan OnTheGo monogram dari Louis Vuitton. Namun, ternyata tas ini tidak mendapatkan izin dari Rumah Mode Louis Vuitton, menjadikannya karya ini bukan kolaborasi resmi.

Terdengar aneh untuk dibeli bukan? Jika kamu tertarik untuk memiliki tas ini, ada baiknya jika kamu mempertimbangkan tas ini lebih sebagai karya seni daripada aksesori yang memiliki fungsi tas sebagaimana mestinyan.

Perusahaan mode yang berbasis di Brooklyn itu merilis produk tas tersebut sebagai pernyataan tentang tas mewah dan mereka yang berkenan untuk memakainya dengan cara yang berbeda. Mereka berpendapat bahwa semakin kecil ukuran suatu benda, maka status benda tersebut menjadi semakin abstrak hingga menjadi sebuah simbol dari merek dikutip dari Vogue.

Waste4change and IATPI Call For Action to Responsible Waste Management

DENPASAR, Balinews.id – Waste is one of the most pressing environmental problems in the modern…

June 20, 2023

Kendarai Motor Curian Dari Petang, Pemuda ini Terciduk Aparat Polisi di Denpasar

BADUNG, Balinews.id – Terciduk kendarai motor curian tanpa helm, mahasiswa asal Petang bernama I Ketut…

June 20, 2023

Tiba di Bali, Elon Musk Disambut Menko Marves

BADUNG, Balinews.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia, Luhut B.…

June 20, 2023

Luhut Pandjaitan Sambut Kedatangan Elon Musk di Bali

Badung, Balinews.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan sambut…

June 20, 2023

Dispar Buleleng Kolaborasi dengan MKP untuk Digitalisasi Destinasi Wisata

BULELENG, Bali – Pemerintah Kabupaten Buleleng tengah mengupayakan langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan dan pengelolaan…

June 20, 2023