Sedih! Presiden Ukraina Merasa Dunia Membiarkan Rusia Menyerang Negaranya

 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (AFP)

BaliNews.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkap bahwa negaranya dibiarkan sendiri untuk memerangi Rusia setelah Kremlin melancarkan invasi skala penuh terhadap Ukraina.

Penyataan itu diutarakan oleh Volodymyr Zelensky disusul dengan data yang menunjukkan bahwa lebih dari 130 warga Ukraina tewas pada hari pertama. “Kami ditinggalkan sendirian untuk membela negara kami,” kata Volodymyr Zelensky dalam pidato video emosional kepada bangsa setelah tengah malam.

Dikutip dari laman Liputan6.com, Presiden Ukraina juga meminta bantuan ketika warga sipil menumpuk di kereta dan mobil guna melarikan diri.

“Siapa yang siap bertarung bersama kita? Saya tidak melihat siapa pun. Siapa yang siap memberi Ukraina jaminan keanggotaan NATO? Semua orang takut,” ungkapnya.

Seperti yang diketahui Rusia meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022), dengan melancarkan serangan udara di kota-kota dan pangkalan militer dan mengirimkan pasukan dan tank dari tiga sisi.

Presiden Zelensky juga mengatakan bahwa 137 orang, termasuk 10 perwira militer, telah tewas dan 316 orang terluka. Korban tewas termasuk semua penjaga perbatasan di Pulau Zmiinyi di wilayah Odesa, yang diambil alih oleh Rusia.

Bahkan Zelensky juga mengatakan bahwa ‘kelompok sabotase’ Rusia telah memasuki ibu kota Kyiv, dan mendesak warga kota untuk tetap waspada dan mematuhi jam malam.

Pada akhir pidatonya, Presiden Zelensky juga mengatakan bahwa nasib Ukraina sepenuhnya bergantung pada tentara kita, pasukan keamanan, semua pembela kita.

Sebelumnya, Zelensky juga men-tweet yang mengatakan bahwa ‘Rusia telah memulai jalan kejahatan, tetapi Ukraina terus membela diri dan tidak akan melepaskan kebebasannya.’ (rd)

 

 

Nato Perang Rusia Ukraina

Informasi Redaksi: Lihat Disini | Laporkan Tulisan Lapor Disini

Press ESC to close