Populer Kembali, Ternyata Lato-Lato Bukan Berasal dari Indonesia

Balinews.id – Populer kembali, Gubernur Jawa Barat hingga Presiden Joko Widodo juga turut mencoba menjajal mainan ini. Suaranya sangat khas “Tek…tek…tek…” terdiri dari dua buah bola keras yang diikat menjadi satu menggunakan tali. Hampir di setiap penjaja mainan, lato-lato dapat dengan mudah dijumpai. Dahulu mainan ini sempat populer di tahun 2000-an, kini mainan ini kembali populer dimainkan segala kalangan. Tapi tahukah kamu sebenarnya darimana asal lato-lato ini?

Asal Lato-lato

Siapa yang salah mengira kalau lato-lato itu asalnya dari Indonesia? Kamu salah besar, meskipun dimainkan oleh orang-orang di Indonesia, nyatanya lato-lato berasal dari Amerika serikat lho! Di Amerika Serikat, lato-lato disebut dengan nama clackers, click-clacks, knockers, ker-bangers, atau clankers. Lato-lato mulai muncul pada tahun 1960-1970-an di Amerika Serikat dan Eropa. Dulunya, mainan ini terbuat dari kaca hingga kayu. Karena itu, jika jika bola latto-latto pecah, serpihannya dapat terpental dan mengakibatkan sejumlah kasus cedera mata dikutip dari Wikipedia.

 

Jadi Senjata Milik Joseph Joestar

Nggak cuma di dunia nyata, lato-lato juga terlihat pada serial anime Jojo’s Bizzare Adventure. Lato-lato digunakan oleh tokoh utama anime ini, yaitu Joseph Joestar. Tapi, lato-lato disini bukan untuk bermain melainkan untuk melawan musuh-musuhnya. Yap, Joseph menggunakan senjata lato-lato untuk mengalahkan musuhnya. Lato-lato menjadi senjata yang berbahaya di tangan Joseph, ini karena senjatanya bisa merobek kulit lawan musuhnya.

Menimbulkan Masalah

Beberapa orang mengeluhkan permainan ini karena suaranya yang berisik dan mengganggu waktu istirahat. Selain itu, meskipun lato-lato merupakan mainan, tapi kamu harus tetap berhati-hati ketika mainan ini. Semahir apapun kamu, jika salah sedikit saja bisa-bisa lato-lato malah mengenai bagian kepalamu. Seperti yang diketahui, bola lato-lato merupakan bola plastik yang keras dan berat. Bisa dibayangkan jika bola tersebut mengenai kepala atau matamu.

 

Di Mesir, Lato-Lato Dianggap Sebagai Pelecehan

Pada tahun 2017, lato-lato dilarang peredarannya karena dianggap melecehkan Presiden Mesir Abdul Fattah as-Sisi. Kala itu, lato-lato disebut sebagai Sisi’s balls yang artinya mengacu pada testis atau organ reproduksi presiden tersebut. Karenanya, mainan tersebut juga dianggap melecehkan pemerintah.

Press ESC to close