Balinews.id

Kisah Watugunung yang Jadi Wuku Terakhir Dalam Penanggalan Kalender Bali

Kisah Watugunung yang Jadi Wuku Terakhir Dalam Penanggalan Kalender Bali (sumber foto: Metro Bali)

Balinews.id – Watugunung adalah nama wuku terakhir dalam penanggalan kalender Bali yang baru. Berdasarkan Lontar Medang Kemulan, disebuah kerajaan yang bernama Kundadwipa hiduplah seorang permaisuri yang bernama Dewi Sinta.

Ia melahirkan seorang putra yang kuat bernama Watugunung. Nama ini berawal ketika Dewi Sinta ditinggal suaminya Raja Kulagiri untuk bertapa di Gunung Semeru. Saat ditinggal, Dewi Sinta sedang hamil tua.

Dalam keadaan hamil, Dewi Sinta hendak menyusul suaminya ke gunung Semeru. Dalam perjalanan, Sang Dewi melahirkan seorang anak laki-laki. Anak laki – laki tersebut ditaruh diatas batu besar. Terjadi sebuah keanehan, bayi tersebut bergerak sendiri dan terjatuh diatas batu lainnya, batu tersebut terbelah menjadi dua.

tersebut sama sekali tidak mengalami luka atau kesakitan. Karena keanehan tersebut, akhirnya sang bayi diberi nama Watugunung. Saat itu pula terdengar sabda Dewa Brahma kalau Watugunung akan menjadi anak sakti mandraguna. Dia tidak akan terkalahkan oleh manusia, raksasa dan dewa. Tapi, dia akan dikalahkan oleh kura-kura perwujudan Dewa Wisnu.

Beberapa tahun setelah dilahirkan, Watugunung tumbuh menjadi anak yang nakal. Selain itu, Watugunung memiliki nafsu makan yang besar. Ibunya kesulitan meladeni nafsu makannya. Dewi Sinta akhirnya kehilangan kesabaran dan memukul kepala anaknya dengan sendok dapur hingga berdarah.

Setelah dipukul, Watugunung pergi meninggalkan rumahnya. Watugunung yang jauh dari didikan istana tumbuh menjadi perampok. Semua kerajaan bisa ditaklukan dengan mudah, bahkan kerajaan yang jadi rumah masa kecilnya juga ikut dikalahkan. Watugunung selanjutnya menikahi Dewi Sinta yang tak lain adalah ibu kandungnya.

BACA JUGA Zodiak Ala Bali: Watak Orang Kelahiran Wuku Ugu

Sang Ibu mendapat anugerah tetap muda sehingga Watugunung tidak bisa mengenal ibunya. Begitu juga sebaliknya, Sang Ibu tidak mengenali putranya. Hingga suatu ketika Watugunung menyuruh Dewa Sinta mencari kutu dikepalanya,  saat itulah Dewi Sinta melihat ada bekas luka dikepala Watugunung. Dewi Sinta mulai mengenali anaknya.

Dewi Sinta yang ingat dengan anugrah Dewa Brahma, kalau Watugunung akan bisa dikalahkan oleh kura – kura titisan Dewa Wisnu menyusun strategi agar bisa lepas dari Watugunung. Sang Dewi minta dicarikan madu Dewi Sri yang tak lain adalah istri Dewa Wisnu. Tentu saja Dewa Wisnu marah atas keinginan tersebut dan menjelma menjadi kura – kura untuk membunuh Watugunung.

Hari yang bertepatan dengan kekalahan Watugunung disebut sebagai Hari Watugunung Runtuh atau Kajeng Kliwon Pemelastali. Setelah Watugunung kalah, tubuh Watugunung menjadi mayat. Di Bali mayat disebut watang. Hari ini disebut dengan Senin Umanis Watugunung atau Candung Watang.

Selanjutnya, Selasa Paing Watugunung disebut paid – paidan dimana Dewa Wisnu menyeret tubuh Watugunung. Keesokan harinya Buda Pon Watugunung disebut Buda Urip karena Watugunung kembali dihidupkan oleh Bhagawan Budha yang minta izin Dewa Wisnu.

Kamis Wage Watugunung disebut sebagai hari panegtegan atau mengingat segala peristiwa yang pernah dialami Watugunung. Pada hari Jumat Kliwon, Watugunung menyadari bahwa apa yang dilakukan adalah sebuah kesalahan yang besar, sehingga ia harus memohon kepada Tuhan agar diberikan pengampunan. Hari itu dikenal dengan sebutan Sukra Pangredanan.

Selanjutnya, Sabtu Umanis puncak dari Wuku Watugunung adalah hari suci Saraswati, pada hari itu diyakini sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan. Watugunung yang telah terbebas dari kebodohan dan keangkuhan memohon pengetahuan.

Waste4change and IATPI Call For Action to Responsible Waste Management

DENPASAR, Balinews.id – Waste is one of the most pressing environmental problems in the modern…

May 16, 2023

Kendarai Motor Curian Dari Petang, Pemuda ini Terciduk Aparat Polisi di Denpasar

BADUNG, Balinews.id – Terciduk kendarai motor curian tanpa helm, mahasiswa asal Petang bernama I Ketut…

May 16, 2023

Tiba di Bali, Elon Musk Disambut Menko Marves

BADUNG, Balinews.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia, Luhut B.…

May 16, 2023

Luhut Pandjaitan Sambut Kedatangan Elon Musk di Bali

Badung, Balinews.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan sambut…

May 16, 2023

Dispar Buleleng Kolaborasi dengan MKP untuk Digitalisasi Destinasi Wisata

BULELENG, Bali – Pemerintah Kabupaten Buleleng tengah mengupayakan langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan dan pengelolaan…

May 16, 2023