Awas Kecanduan Konten Porno, Ini Dampak Parahnya!

Awas Kecanduan Konten Porno, Ini Dampak Parahnya! (Ilustrasi)

 

Balinews.id – Hingga saat ini, minat masyarakat terhadap konten pornografi meningkat. Maraknya konten porno yang viral di media sosial, bahkan berulang menyita perhatian warganet hingga jadi trending topic di Twitter.

Beberapa contoh konten pornografi yang sempat viral adalah Dea Onlyfans, Siskaeee, Vina Garut hingga Kebaya Merah yang baru ini ditangkap pelakunya. Terkait fenomena ini, Seksolog dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS., dalam wawancara bersama media kumparan menjelaskan berbagai dampak dari menonton video porno. Akibat yang dirasakan mulai dari badan lemas hingga rasa percaya diri yang menurun.
“Ketika orang itu menonton pornografi, maka yang akan dipengaruhi itu adalah otak tengah atau disebut prefrontal cortex, bertanggung jawab untuk menilai baik buruknya tindakan seseorang. Berfungsi untuk konsentrasi, berkontribusi untuk rasa percaya diri. Sehingga kalau orang kecanduan pornografi yang akan rusak itu otak tengahnya atau prefrontal cortex,” kata Boyke, Rabu (9/11). Ia kemudian menjelaskan bagaimana kerusakan otak itu bermula.
“Jadi saat orang pertama kali nonton porno dia akan merasa jijik, mau muntah, kok kotor banget? Maka bagian dari tubuh kita akan mengeluarkan hormon yang namanya dopamin. Di dopamin itu akan mengeluarkan (menggantikan) rasa jijik, rasa enek itu dengan rasa nyaman. Namun di samping memberikan rasa nyaman, dia memberikan rasa ketagihan,” jelas Boyke.
Menurut dirinya,  menonton konten pornografi juga  akan memaksa otak mengeluarkan dopamin yang akan membuat otak  mengkerut karena terendam dopamin.”Karena dopamin itu, kan, rangsangan yang lebih-lebih, akhirnya otak tengah mengkerut akibat terlalu sering terendam oleh dopamin. Dan ketika otak mengkerut, yang bersangkutan akan mudah gugup, susah berkonsentrasi, maka kalau diajak ngomong pun dia akan melihat di bawah, enggak liat mata kita,” katanya.
“Ini kecanduan, kemudian orang yang belum punya pasangan, dan ketika onani mengeluarkan hormon endorfin yang menghilangkan rasa nyeri, dopamin yang mengakibatkan ketagihan dan rasa nyaman, oksitosin hormon cinta yang membuat kita disayang, dan hormon serotonin yang membuat seseorang menjadi berkreativitas,” ungkapnya. (*)

Press ESC to close