Balinews.id

Cabuli Murid Paud, Kakek Asal Jepang dideportasi

TK (58) dideportasi oleh Rumah Detensi Imigrasi, Kanwil Kemenkumham Bali. (Istimewa)

BADUNG, Balinews.id – Seorang WNA asal Jepang berinisial TK (58) dideportasi oleh Rumah Detensi Imigrasi, Kanwil Kemenkumham Bali lantaran terlibat dalam kasus pencabulan terhadap 5 anak PAUD.

Ia dinilai melanggar pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian Jo. Pasal 368 ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP sehingga diberi sanksi Tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendeportasia.

Gede Dudy Duwita, selaku Kepala Rudenim Denpasar mengungkap bahwa sejak tahun 2018, TK menjadi sukarelawan di sebuah PAUD di Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar, Bali. Ia merupakan pemegang Itas Pensiun C319 yang berlaku sampai dengan 31 Oktober 2020.

TK tinggal di salah satu kamar yang ada di lingkungan PAUD tersebut dan bertugas membantu menyiram tanaman, memotong rumput, memperbaiki fasilitas PAUD yang rusak dan mengecat pintu gerbang. Ia juga kerap menggantikan tukang masak untuk siswa PAUD jika tukang masak sedang libur atau tidak masuk kerja.

Dijelaskan bahwa TK melakukan pencabulan sekitar Januari sampai April 2019, saat jam istirahat siang. Ia meminta lima murid yang menjadi korban untuk masuk ke kamarnya dan meminta mereka melepas pakaian. Kemudian ia melancarkan aksi tak senonohnya.

Para murid yang menjadi korban terpengaruh karena sering diberi hadiah oleh pelaku. Aksi cabul pelaku terungkap setelah  orang tua korban mulai menyadari perubahan perilaku anak-anak.

Pada Sabtu (30/3/2019) setelah makan Bersama, anak-anak menceritakan perbuatan cabul pelaku kepada orang tua mereka. Mendengar hal ini, orang tua korban segera melaporkan ke polisi.

Usai mendekam penjara selama 5 tahun subsider denda 3 bulan di Lapas Kerobokan, TK pun bebas dan diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai untuk direkomendasikan agar dilakukan pendeportasian.

Namun karena pendeportasian belum dapat dilakukan, maka Kanim Ngurah Rai menyerahkan TK ke Rudenim Denpasar pada (4/1/2024) untuk didetensi dan diupayakan pendeportasiannya lebih lanjut.

Gede Dudy Duwita menjelaskan, bahwa setelah TK didetensi selama 21 hari, ia dideportasi melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada (25/1/2024) dengan seluruh biaya ditanggung oleh keluarganya.

TK berangkat menuju Nagoya, Jepang dengan dikawal ketat oleh Petugas Rudenim Denpasar. Selain itu, TK yang dideportasi akan dimasukkan dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi.

“Keputusan penangkalan lebih lanjut akan diputuskan Direktorat Jenderal Imigrasi dengan melihat dan mempertimbangkan seluruh kasusnya” tutup Dudy. (*)

Segera! Thailand Akan Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

GLOBAL, Balinews.id – Anggota parlemen Thailand sedang bersiap untuk melakukan pemungutan suara yang bersejarah terkait…

January 29, 2024

Lirik Lagu Politrik Feast, Gambarkan Situasi Politik Saat Ini?

HIBURAN, Balinews.id – Band indie rock asal Indonesia, .Feast baru saja merilis lagu berjudul Politrik.…

January 29, 2024

Korban Jiwa Kebakaran Gudang LPG Kini 16 Orang, Tersisa 2 yang Dirawat

DENPASAR, Balinews.id – Korban jiwa akibat kebakaran di Gudang Gas LPG di Jalan Cargo Taman…

January 29, 2024

Menko Airlangga: Tak Ada Anggaran Bansos Untuk Korban Judol

NASIONAL, Balinews.id – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan tak ada anggaran bantuan sosial (bansos)…

January 29, 2024

DPR Usulkan Mahasiswa Ekonomi Kelas Menengah Diberikan Beasiswa

NASIONAL, Balinews.id – c Menurutnya, model pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berlaku saat ini…

January 29, 2024