Balinews.id

Daftar Film Jepang Seru yang Bisa Ditonton Gratis di Festival JFF+ Independent Cinema 2023

Sumber foto: https://watch.jff.jpf.go.jp/

Balinews.id – JFF+ Independent Cinema merupakan sebuah proyek yang digelar oleh Japan Foundation (JF) dan berfokus untuk  menyoroti “mini-theater” yang mendukung keragaman budaya film Jepang dan menambah semangat komunitas lokal.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, JFF+ Independent Cinema kembali hadir di tahun 2023 dan sudah dimulai sejak bulan Agustus lalu dan akan berakhir pada 31 Oktober 2023 mendatang. Kamu yang bingung ingin menonton apa di akhir pekan bisa mencoba menonton beragam film indie Jepang secara gratis melalui online di JFF+ Independent Cinema.

Dilansir dari situs resmi JFF+, teater mini memainkan peran penting dalam mendukung budaya film Jepang. Pada tahun 2022, terdapat lebih dari 590 bioskop, dengan 20% merupakan bioskop mini.

Selain itu, dari 538 film yang dirilis di bioskop pada tahun yang sama, 60% diantaranya merupakan produksi skala kecil yang dirilis di 49 bioskop atau kurang, sebagian besar film tersebut ditayangkan secara eksklusif di bioskop mini.

Teater mini memainkan peran penting dalam mendukung budaya film Jepang. Selain menjadi tempat pemutaran film, mereka juga berkontribusi dalam produksi lokasi syuting film di daerah masing-masing. Melalui proyek ini, kamu dapat merasakan banyak aspek menawan dari teater mini yang merupakan panggung penting dalam film Jepang.

 

Film – Film JFF+ Independent Cinema

A Girl In My Room

Sumber foto: https://www.cultura.id

Sinopsis:

“A Girl in My Room” merupakan film drama romantis komedi Jepang yang diangkat dari manga karya Yamamoto Chugaku. Yohei, seorang pria yang baru saja putus dengan kekasihnya, sebelumnya ia tinggal di apartemen tersebut bersama kekasihnya. Namun setelah kepergian kekasihnya, tiba-tiba muncul hantu perempuan imut yang dipanggilnya Aisuke. Filmini sangat ringan cerita berpusat pada Yohei yang menjalani kesehariannya pasca putus dengan ditemani si hantu, Aisuke.

 

Lonely Glory

Sumber foto: https://www.sitnas.id

Sinopsis:

Harukaze Kumano merasa tidak cocok dengan keluarganya, ia memilih untuk meninggalkan rumah orang tuanya dan masuk universitas serta aktif di perusahaan ventura. Namun, ia terpaksa pensiun karena adanya ketikadilan yang ia rasakan di perusahaan yang hanya mementingkan satu atau dua belah pihak saja.

Terbakar oleh dendam, Harukaze mencoba mendirikan bisnisnya sendiri dan membayarnya kembali, tetapi dia kesulitan mencari dana. Setelah mendengar berita kematian ibunya, Harukaze kembali ke rumah keluarganya dan menikahkan ketiga saudaranya itu agar mereka menjual rumah mereka untuk mendapatkan uang tunai. Harukaze yang ambisius memulai “Rencana Kemandirian Keluarga” untuk mengusir keluarganya dari rumah mereka.

 

Bachiranun

Sumber foto: Bachiranun.com

Bachiranun merupakan sebuah film dokumenter fiksi yang mengajak penonton melihat keindahan kehidupan Pulau Yonaguni. “Bachiranun” adalah sebuah kata dari Pulau Yonaguni, titik paling barat Jepang, di Prefektur Okinawa, yang berarti “jangan pernah lupa”. Film yang disutradarai oleh HIGASHIMORI Aika yang berasal dari Pulau Yonaguni dan membintangi film tersebut, mengeksplorasi pentingnya melestarikan bahasa dan budaya yang hilang di pulau tersebut sebelum dilupakan.

 

A Muse Never Done

Sumber foto: https://www.cultura.id

Sinopsis:

Mengalami insiden ketika sedang melukis di dermaga bersama klub melukisnya, Sakuko justru menjadi sumber inspirasi siswi berbakat, Saibara. Saibara menang lomba sampai diwawancarai oleh media lokal berkat prestasi yang ia dapat dari luskisan bertajuk ‘Drowning Sakuko’ (Sakuko yang Tenggelam).

Sebaliknya, Sakuko sedang mengalami dilema untuk keluar dari klub melukis karena merasa kemampuannya menurun. Ia juga sedang beradaptasi dengan situasi baru di rumah semenjak ayahnya menikah lagi.

 

Follow The Light

Sumber foto: https://www.eyeforfilm.co.uk

Sinopsis:

Akira, seorang siswa SMP tahun kedua, pindah ke Akita, kampung halaman ayahnya, karena perceraian orang tuanya. Ia merasa kesulitan beradaptasi di sekolah barunya, dan perasaan depresi serta kebencian menghantuinya.

Suatu hari, ia menyaksikan lampu hijau melayang di langit, yang mengantarnya ke sebuah lingkaran tanaman misterius di sawah. Di sana, ia bertemu dengan teman sekelasnya, Maki, yang tidak hadir ke sekolah.

Saat berbagi rahasia, hubungan mereka pun tumbuh. Namun, pada saat yang sama, sekolah mereka menghadapi ancaman penutupan karena menurunnya jumlah siswa.

Itu dia beberapa film yang bisa kamu tonton di JFF+ Independent Cinema, masih ada banyak lagi film yang bisa kamu pilih. Kamu bisa menonton film-film di atas melalui situs resmi JFF+ Independent Cinema di link berikut. Cukup dengan membuat akun kamu bisa mengakses semua film secara gratis, selamat menikmati! (*)

Sehari Pasca Ditembak, Donald Trump Hadiri Konvensi Nasional Partai Republik

GLOBAL, Balinews.id – Calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Kota Milwaukee, Wisconsin,…

October 16, 2023

Begini Harapan Ratusan Penyandang Disabilitas pada Ketut Juliarta

KLUNGKUNG, Balinews.id – Pada hari Minggu, 14 Juli 2024, ratusan penyandang disabilitas berkumpul di Sekretariat…

October 16, 2023

Tanggulangi Kejahatan Siber, Polri akan Rekrut 45 Perwira di Bidang IT

NASIONAL, Balinews.id – Maraknya serangan siber di tanah air membuat Polri berencana merekrut sumber daya…

October 16, 2023

Nyoman Parta Sukses Perjuangkan Hak Pekerja APS, Downgrade Status Resmi Dibatalkan

Balinews.id – Rencana perubahan status pekerja dari PKWTT/Permanent menjadi PKWT/Kontrak di PT Angkasa Pura Supports…

October 16, 2023

10 WN Tiongkok Diamankan Atas Dugaan Pelanggaran Izin Tinggal

BADUNG, Balinews.id – Sepuluh warga negara asing (WNA) asal Tiongkok ditahan oleh Kantor Imigrasi Kelas…

October 16, 2023