SELESAI DONOR DARAH SELAIN SEHAT, DAPAT PIJER KELAPA DAKSINA

Gianyar, BaliNews.id – Donor darah adalah Yadnya, Ayo ikuti ! begitu bunyi Pamflet ajakan untuk mendonor darah yang di motori oleh Komunitas Donor Darah Bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Sabtu, 28 Juni 2020.

I Wayan Pande Ariadi yang ditemui di tengah kesibukannya Bersama Dewa Yoga selaku kordinator penyelengara di Banjar Wang Bung Desa Guwang, Sukawati, Gianyar mengatakan bahwa Komunitas Donor Darah ini terbentuk karena aspirasi masyarakat dan temen temen yang peduli kepada kesehatan terutama kepada orang orang yang membutuhkan darah, karena donor darah merupakan Yadnya, untuk kegiatan selanjutnya nanti kita akan pertimbangkan Bersama temen temen agar kegiatan donor darah bisa terus berlanjut.

Hadir Pula di acara tersebut I Nyoman Parta, SH Anggota DPR RI Dapil Bali dari Fraksi PDI Perjuangan dan berkesempatan membagikan Pijer Kelapa Daksina dan Bibit Tanaman Kepada Para Pendonor yang ikut mendonor di tempat itu.

“Yang pertama menyambut Baik karena donor darah ini sudah menjadi Gerakan, hampir tiap minggu ada orang donor itu kita merasa berhasil mengajak rakyat untuk mendonorkan darahnya, kenapa itu harus disampaikan dan diajak karena darah tidak bisa digantikan dengan yang lain,”

“Yang kedua donor darah kita akan tau lebih awal darah kita ada penyakit apa, yang terpenting dengan donor darah ada reproduksi darah baru itu yang menyehatkan karena di tubuh ini akan tumbuh sel sel darah baru, sel darah tua akan pergi, itu yang menyehatkan. Ya mohon maaf lah, dari segi postur saya kan tidak sehat, tetapi kan dengan aktifitas seabrek justru saya jarang sakit, saya jarang sakit justru karena rajin donor darah.”

BACA JUGA  Kesatria Keris Beryadnya Darah

“Itu buktinya, kemaren saja kita sama sama begadang, sewaktu donor darah di koni, kita sama sama begadang, saya, bli nyoman, indra, mereka berdua tidak bisa diambil, tiang bisa diambil.”

“Itu membuktikan dengan donor darah lebih sehat dan tensinya lebih stabil,”

Ujar Nyoman Parta yang selalu aktif terjun ke tengah masyarakat dan menginisiasi berbagai kegiatan social, seperti pembagian bibit tanaman, mengalakkan Gerakan biopori, kegiatan bersih bersih linkungan dan lainnya.

Hadir Juga dalam kegiatan tersebut seorang Pensiunan Polisi yang sudah 13 tahun pensiun Kombes Nyoman Ardana atau biasa dipanggil Pekak buduh, di usia yang menginjak 72 tahun tampilan fisiknya masih segar bugar dan terlihat lebih muda dari umur sebenarnya.

Diungkapkannya bahwa ia sudah mulai ikut donor darah dari usia 20 tahun dan sampai sekarang masih donor, sampai sekarang sudah lebih dari 100 kali donor tepatnya 153 kali. Sambil Sharing di tengah tengah kegiatan Donor darah Nyoman Ardana Menyampaikan ;

“Saya sehat Karena Saya Donor, Pertama kali saya sebenarnya dipaksa untuk donor setelah donor tidak merasakan apa apa, dari saya donor pertama kali sampai sekarang saya tidak pernah mengalami lemas atau keluhan lain sebagainya belum pernah”

BACA JUGA  Desa Adat Tojan Bagikan Sembako

Pada September 2013, di pangil Bersama 7 orang dari bali untuk ke Istana di anugrahi satya lencana kebaktian social donor darah 100 kali.  Saya berprinsip Donor darah itu adalah Punia yang Paling Mulia, Punia yang Paling Utama, dengan adanya kita donor otomatis juga kita mendapatkan medical check up gratis.

Sebelum Donor harus tau sedikit pengetahun, di dalam tubuh kita yg sehat ada 5000-6000 cc darah atau 5 liter, Di Donorkan diambil 300-350 cc tidak ada masalah, artinya mereka sehat kita pun sehat. Apa sebabnya ; Sebelum donor kita di periksa mengisi formulir nama dan kontak person dan lainnya, bapak akan dipriksa, tekanan darah harus normal.

Hemoglobil harus normal, tidak ada penyakit dan lain sebagainya, Setelah Donor kalua tidak ada panggilan dari PMI berarti Darah anda dan kesehatan Anda Baik. Darah yang diambil tidak serta merta bisa di berikan ke orang lain, jadi harus melalui pemeriksaan atau cek uji saring, yang di cek dalam uji saring tersebut adalah Tes HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, atau virus yang menyebabkan spilis, kalua di daerah tertentu akan di priksa malaria. Kalua sudah lolos baru bisa di berikan ke orang lain.

BACA JUGA  Ruko Lantai Dua Terbakar

Didalam darah ada eritrosit adalah seldarah merah, letosit adalah seldarah putih, hemoglobin (HB) adalah yang memberi warna merah pada darah. Salah satu fungsinya adalah mengambil oksigen dari paru paru dan diedarkan ke seluruh tubuh.

Untungnya kita donor, kita medical checkup gratis senilai 360-470 ribu, kenapa bisa begitu karena, contoh sebelum donor kita di priksa oleh dokter, di priksa golongan darah, Pemeriksaan HIV, Hepatitis B, Hepatitic C dan Virus penyebab Sipilis dan lainnya, lanjut pengambilandarah perlu kantung darah bad dan lain sebagainya. Jadi satu kantung darah memerlukan biaya berkisar 360-470 ribu

Seteh donor, pembentukan sel sel darah merah terutama di tulang makin diaktifkan dengan adanya donor juga dikatakan bisa menghindari terjadinya pembekuan darah penyumbatan.

Ada pertanyaan dari warga yang ikut donor, sampai batas usia berapa kita donor, jawabannya adalah sampai umur tidak terhingga atas seijin dokter, kalua dari aturan donor bisa dimulai dari umur 17 tahun, tetapi kalu mulai donor dari umur 40-50 juga bisa, dan donornya rutin, sampai umur berapapun bisa atas seijin dokter.

Kalau Donor, meski saya sudah meninggal masih bisa dikatakan hidup karena darah saya mengalir di beberapa orang yang masih hidup. Kelekarnya,… kp

Simak Liputannya ;