Pis Bolong, Sarana Upakara Penting Yang Hampir Terlupakan

BaliNews.id – Pis bolong atau uang kepeng merupakan salah satu benda penting sebagai sarana upacara adat di Bali. Pis bolong menurut kepercayaan umat Hindu di Bali, mengandung 5 unsur alam atau yang dikenal dengan panca datu.

Kelima unsur ini adalah emas, perak, tembaga, timah dan besi. Secara umum, unsur ini juga dikenal dengan sebutan panca bumi. Jadi yang utama bukan uangnya, melainkan apa yang terkandung di dalamnya. Inilah yang utama. Hal itu dikatakan I Ketut Edi Purnama, perajin pis bolong di Denpasar,

Menurut pria yang sering dipanggil Edi Paluk ini, dalam beberapa sarana upacara atau bebantenan baik itu Dewa Yadnya, Rsi Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, maupun Bhuta Yadnya, selalu menggunakan pis bolong yang dirangkai atau disebut pis bolong andel-andel. Namun demikian, saat ini perajin pis bolong andel-andel sudah semakin sedikit, terutama di Kota Denpasar.

BACA JUGA  "THE MOON OF PEJENG" BULAN PEJENG

Oleh karenanya, Edi Paluk kini terus menekuni kerajinan membuat pis bolong andel-andel sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Bali. Keinginannya tetap melestarikan seni budaya ini karena pada awalnya dia melihat banten yang berisi pis bolong. Tetapi saat itu, pis bolong yang digunakan hanya diikat saja sehingga terlihat kurang rapi. “Mulai dari sana saya tertarik mempelajari pembuatan pis bolong andel-andel. Saya khusus belajar dengan pemangku Pura Kraban Jagat yang bernama Mangku Debal,” katanya.

Pemuda asal Banjar Balun, Desa Pemecutan Kaja ini menambahkan, pis bolong andel-andel yang dia buat memiliki kualitas tinggi karena dibuat melalui proses panjang. Yakni pemilihan pis bolong berjumlah 225 yang bagus, pencucian dan selanjutnya dirangkai. Setelah semua terangkai selanjutnya pis bolong yang sudah terangkai menjadi pis bolong andel-andel kemudian dipernis agar terlihat bagus dan tentu saja awet. semua proses ini menghabiskan waktu sekitar 20-30 menit.

BACA JUGA  Kebudayaan Yang Menjadi Haluan

Pihaknya berharap, ke depannya ada generasi baru yang melestarikannya, terutama di Kota Denpasar. Seperti diketahui, pis bolong mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 1293 Masehi, semasa kejayaan Majapahit yang berasal dari perdagangan antara Majapahit dengan Cina. Ketika itu Majapahit belum mempunyai uang kartal. Maka digunakan uang kepeng sebagai alat tukar dalam perdagangan. Perdagangan di masa itu dikuasai oleh saudagar-saudagar Cina. Akan tetapi seiring perjalanan waktu, fungsi pis bolong terus bergeser hingga menjadi seperti saat ini. net