Pejuang Lingkungan di Rumah: Beralih ke Belajar di Rumah Karena Coronavirus

GIANYAR – Yayasan Begawan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bekerja untuk konservasi burung Jalak Bali, memiliki Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran untuk merawat burung-burung dan tempat belajar langsung mengenai konservasi Jalak Bali. Selain itu, Yayasan Begawan mempunyai Pusat Belajar, dimana kegiatan edukasi diberikan secara gratis kepada anak-anak sekitar Payangan dari hari Senin sampai Jumat. Akan tetapi, kini menghentikan semua kegiatan edukasi di Pusat Belajar, karena penyebaran virus Corona di Bali. Sistem pembelajaran diganti dengan kegiatan di rumah dan online sejak pertengahan bulan Maret. Hal itu diungkapkan Marketing dan Media Officer Yayasan Begawan, Seruni Soewondo, Jumat (12/6/2020)

Lebih lanjut dikatakanya, sistem tersebut tetap memegang semangat dan motto ‘Belajar Dengan Melakukan’ (Learning by Doing). “Dengan motto tersebut, Yayasan mendorong murid-murid untuk mengekspresikan opini dan ide mereka, serta berpartisipasi secara aktif dalam memberikan solusi atas isu-isu lingkungan di sekitar mereka, seperti pengelolaan sampah dan bercocok tanam,” ujarnya.

BACA JUGA  Tenggak Miras, Ditegur, Virgo Tusuk Punggung Temannya

Diungkapkanya, sejak tahun 2017, berbagai kegiatan seperti pelajaran sains dan konservasi, membaca dan matematika, memasak, berkebun, tari Bali, karate, dan Bahasa Inggris, telah menarik sejumlah murid yang ingin belajar mengenai berbagai macam topik, serta ingin belajar bersama temannya. “Tetapi sekarang, mereka mempelajari semuanya kecuali karate dan Tari Bali di rumah mereka sendiri untuk mengurangi kontak fisik dengan orang lain. Ini merupakan bagian dari kontribusi mereka dalam memutus penularan virus Corona,” ungkapnya.

Ditanya bagaimana mereka mengurangi kontak fisik dengan murid-murid? Anak-anak dapat mengambil pedoman pembelajaran di depan kantor Yayasan Begawan setiap hari Minggu dan meletakkan PR dari minggu sebelumnya. Yayasan juga memiliki grup di Whatsapp, bukan hanya dengan anak-anak, namun juga dengan para orang tua. :Hal ini memudahkan untuk tetap saling berbagi informasi dan kabar. Maka, berkurangnya kontak fisik bukan berarti berkurangnya kontak emosional dan tidak ada pembelajaran atau kegiatan,” jelasnya.

BACA JUGA  Rapid Test Reaktif, Pasutri Kabur dari RS PTN Unud

Lanjutnya, yayasan tetap memastikan, bahwa murid-murid masih bisa melakukan kegiatan di rumah meskipun tidak lagi belajar bersama di Pusat Belajar. “Tim edukasi Yayasan merancang kegiatan dan pelajaran yang bisa dikerjakan di rumah, termasuk percobaan sains, berkebun di rumah, membantu keluarga melakukan pekerjaan rumah, dan kegiatan refleksi,” ujarnya.

Dikatakanya, pedoman pembelajaran di rumah yang diberikan kepada anak-anak mencakup penjelasan materi, dan juga alat yang dibutuhkan beserta langkah-langkah percobaan, sehingga memudahkan para murid untuk mengikuti dan memberikan kesempatan untuk para orang tua untuk membantu dan berpartisipasi. “Percobaan yang dilakukan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan  sangat menyenangkan,” ungkapnya. Dijelaskanya, beberapa percobaan sains yang mereka lakukan adalah membuat gunung merapi, membuat kompas, membuat jam matahari, membuat tinta ajaib dari jeruk lemon, membuat percobaan telur mengapung, membuat telur asin dan banyak lainnya. Salah satu percobaan favorit adalah membuat gunung merapi. Anak-anak sangat senang pada saat gunung merapi meletus. “Jika ada hal yang mereka tidak pahami, mereka dapat menanyakannya dalam kelas online setiap jam 13.00 atau melalui WA,” jelasnya..

BACA JUGA  Antisipasi Penyebaran Covid-19, Masuk Desa Beng Diperketat 

Ketika tim edukasi membaca buku harian anak-anak, terlihat jelas bahwa anak-anak menuliskan kebahagiaannya. Kebahagian yang sangat sederhana, seperti  membantu nenek, berkumpul dengan keluarga, bermain dengan saudara, dan lainnya. “Kami bisa belajar banyak dari anak-anak dan ternyata masih banyak kebahagiaan yang tetap dapat kita hargai dalam masa-masa sulit seperti ini,” ungkapnya.

Yayasan bergantung kepada dukungan dari donor. Jika tertarik untuk membantu, bisa mengunjungi tautan http://bit.ly/helpbegawan, atau bisa melalui channel sosial media di Instagram @begawanfoundation, Facebook https://www.facebook.com/BegawanFoundation, atau Twitter @yayasanbegawan. (DT)