MELANGGE “Dari Sungai ke Bank Sampah”

BaliNews.id – Melangge adalah nama dari komunitas yang ada di Desa Siangan, Kabupaten Gianyar. Dari bentuk rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar, di tahun 2016 sampai sekarang mereka sudah terkumpul sebanyak 50 orang dalam komunitas ini. Awal kegiatan mereka dari sungai, yakni bergerak bersama juga melibatkan masyarakat sekitar untuk ikut berpartiipasi membersihkan sungai yang ada di Desa Siangan, tujuannya agar bisa bersih dari sampah plastik serta aliran airnya dapat terjaga. Karena “Aliran air sungai merupakan sumber utama bagi setiap makhluk untuk dapat bertahan hidup, dan sungai yang bersih dapat memberikan manfaat yang baik untuk kehidupan masyarakat”, kata salah satu anggota komunitas. Kegiatan tersebut di lakukan secara rutin, dan setelah aliran sungai cukup bersih komunitas dengan dibantu beberapa pihak serta melibatkan siswa sekolah dasar dan masyarakat melakukan penebarkan bibit ikan ke sungai. Diharapkan dengan kegiatan ini, masyarakat ikut terdorong menjaga keberihan sungai dan tidak lagi membuang sampah atau segera membersihkan sungai jika ada sampah yang tersangkut.

BACA JUGA  Pejuang Lingkungan di Rumah: Beralih ke Belajar di Rumah Karena Coronavirus

Upaya komunitas ini dalam menangani sampah plastik agar tidak di buang sembarangan atau juga memenuhi TPA yang ada di Gianyar, anggota dari Melangge Siangan juga belajar mengenai bank sampah dengan membangun REM (Rumah Edukasi Melngge). Harapan mereka, bisa menumbuhkan  kepedulian masyarakat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langung dari sampah. Selain itu bank sampah ini, dapat dijadikan solusi untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman. Dengan pola yang dibangun ini maka warga diharapkan bisa menjadi disiplin dalam mengelola sampahnya, juga mendapatkan tambhan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan. “Warga yang membawa sampahnya ke Melangge, kita catat dalam buku tabungan. Ini rencananya setiap menjelang hari raya Galungan baru bisa ditarik, setidaknya bisa menjadi tambahan untuk membeli kebutuhan di saat hari raya” kata A.A Gde Darma Yudha ketua Melangge. Dan untuk sampah plastik yang ada dilingkungan sekolah, setiap minggunya Melangge datang untuk mengambil sekaligus dapat langsung memberikan edukasi kepada siswa untuk belajar memilah sampah plastik.

BACA JUGA  Klaster Baru Penularan Covid-19, Tabanan Perketat Pasar dan Objek Wisata

Melangge juga mendukung Program GELATIK ( Gerakan Lawan sAmpah plasTIK ) terobosan kreativ Bhabinkamtibmas Desa Siangan Aiptu I Kadek Sumerta yang peduli dengan lingkungan dengan menggandeng Sekolah Dasar yang ada di Desa Siangan, di mana anak-anak SD wajib setiap hari sabtu membawa sampah plastik ke sekolah, baik sampah Residu maupun Daur ulang. Sampah tersebut nanti di pilah Komunitas Melangge dan yang bisa di daur ulang akan langsung di beli oleh Melangge. Tujuan program GELATIK adalah untuk mengajarkan anak-anak tentang arti kebersihan dan meningkatkan kepedulian anak-anak tentang lingkungan serta mengedukasi masyarakat akan bahaya sampah plastik yang berdampak pada kelangsungan ekosistem baik darat, air maupun udara.

BACA JUGA  Elpiji Meledak, Pemilik Warung Ayam Kremes Luka Bakar

Selama pandemi covid-19 ini, untuk kegiatan pengambilan sampah serta pemilahan sampah juga sempat ikut terhenti. Tetapi dari Melangge, menggantinya dengan program kegiataan lainnya seperti penyemprotan disinfektan ke beberapa rumah warga serta di lingkungan sekolah. Kemudian, berbagi  1 Kg beras geratis untuk warga masyarakat Desa Singan yang menabung sampahnya ke Melangge. Cukup banyak kegiatan sosial yang sudah di jalankan oleh Melangge Siangan, dengan bergandeng tangan bersama pihak terkait untuk aksi sosial ke masyarakat di lingkungan Desa. Aktifitasnya bisa kita lihat di Facebook : Melangge Siangan.

Bersama dengan Dewa Gede Windu Sadewa, dan teman-teman dari Melangge. Kali ini, Balinews.id berkesempatan meliput kegiatan mereka di Rumah Edukasi Melangge. Dari nama yang di gunakan kenapa Melangge, sampai pada proses pemilahan sampah. (gb)