Hari Ke-6 belum ditemukan, Putu Kevin tanyakan Ibunya

Pencarian korban Komang Ayu masih terus dilanjutkan. Hingga hari ke-6, korban masih belum diketemukan.

GIANYAR, BaliNews.id – Korban lakalantas jatuh ke Tukad Petanu, Ni Komang Ayu Ardani sampai hari ke 6 belum juga ditemukan. Padahal Kamis esok (25/3) pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan akan dihentikan.

Keluarga korban tidak bisa berkata banyak saat ditemui Rabu (24/3). Suasana di rumah korban terlihat kesedihan yang  mendalam. Namun keluarga yang bertempat tinggal di Banjar Teruna, Desa Siangan, Kecamatan Gianyar, terus berdoa dan berharap agar korban bisa segera ditemukan dalam kondisi apapun. Anak korban terus menerus menanyakan keberadaan ibunya. “Anak saya sempat nanya ke iwaknya (paman) ‘kok memek mekelo sing teke?’ (Kenapa ibu lama tidak datang?). Dijawab sama iwaknya ‘kayang ne gen teke, jani nu alih e’ (nanti saja ibu datang, sekarang masih dicari),” ungkap suami korban, Kadek Sumansa.

Ia menambahkan, hingga saat ini masih syok atas kejadian yang menimpa istri, anak dan ibunya tersebut. Apalagi istrinya hingga saat ini belum ditemukan, dan ibunya sendiri ditemukan sudah meninggal dunia. “Saya bersyukur anak saya selamat, tapi saya masih syok,” katanya.

BACA JUGA  BNNK Gianyar Tangkap Sopir Nyambi Kurir Narkoba

Sedangkan untuk kondisi putranya Putu Kevin, saat ini terbilang stabil dan bisa bermain bersama teman-temannya. Hanya memang masih sesekali menanyakan keberadaan ibunya. “Karena belum mulai sekolah anak saya istirahat dirumah dulu,” imbuhnya.

Kadek Sumansa dari pernikahannya bersama korban Komang Ayu telah dikaruniai 3 orang anak. Namun 1 orang telah meninggal. Pada saat kejadian tersebut terjadi, korban Komang Ayu dan putranya pergi ke pasar Ubud untuk menjemput mertuanya (ibu kandung Sumansa) yang bekerja di Ubud. Namun saat perjalanan pulang mereka bertiga justru mengalami kecelakaan tunggal dan jatuh ke sungai Petanu. “Sejak hilang keluarga sudah sempat meluasin tapi saya tidak ikut karena saya masih trauma,” sambungnya.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ukir itu pun mengaku tidak pernah didatangi ke dalam mimpi oleh sang istri. Sehingga sama sekali tidak mendapat petunjuk apapun. Namun ia berharap korban segera ditemukan. “Kalau bisa ditemukan dalam kondisi selamat,” harap Sumansa.

Kakak ipar korban, I Wayan Sumirat berujar jenazah sang ibu saat ini masih dititip di rumah sakit Sanjiwani. “Awalnya kami berencana menunggu ipar saya (korban) ditemukan, tapi ternyata sampai saat ini belum ada tanda-tanda, sehingga keluarga berencana untuk mengupacarai ibu saya terlebih dahulu sambil menunggu ipar saya ditemukan,” bebernya.

BACA JUGA  Trump Akan Kehilangan Proteksi Khusus Twitter Pada Januari

Sumirat pun hingga saat ini ikut melakukan pencarian terhadap korban bersama tim gabungan. Hanya saja tanda-tanda keberadaan korban belum terlihat. Padahal pencarian telah dilakukan dengan menyusuri sungai Petanu dari TKP hingga Tegenungan. “Kalau ipar saya meninggal mayatnya pasti sudah muncul dipermukaan, dan baunya sudah pasti akan tercium. Itu yang kami dan aparat tidak mengerti,” ujarnya.
Meski demikian keluarganya tetap berharap dan berdoa agar korban segera ditemukan dalam keadaan apapun. Apalagi tim gabungan menyampaikan bahwa pencarian akan dihentikan Kamis (25/3).

Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulanngan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengatakan bahwa pencarian pada hari Rabu dilakukan dengan menyisir ulang aliran sungai Petanu sampai Bendungan Saba. “Dan hari ini ada penambahan personil dari Brimob, besok kemungkinan akan ada gabungan dari Kodim Gianyar,” jelasnya.

BACA JUGA  KOPABARA - Pamer Kopi Buleleng ( Event )

Adapun kendala yang dihadapi adalah karena cuaca, arus sungai yang deras, serta bebatuan yang licin. Apalagi saat hujan turun debit air akan bertambah sehingga menyulitkan pencarian. “Kedalaman sungai sekitar 5 sampai 6 meter, tanda-tanda berupa bau tidak ada,” imbuhnya.

Karena Kamis esok pencarian dihentikan maka keluarga korban akan didatangkan di TKP. “Pencarian itu ada batasannya jadi besok tepat 7 hari dan semoga korban ditemukan,” tandasnya.

Pada hari Selasa (23/3), Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana juga melakukan pemantauan secara langsung terhadap personil Polres Gianyar yang turut melaksanakan pencarian terhadap korbandi sepanjang aliran Sungai Petanu.

Didampingi Kasat Pol Air Polres Gianyar IPTU I Wayan Antariksawan, tim gabungan dibagi menjadi tiga titik lokasi pencarian yaitu, lokasi tempat jatuhnya korban, seputaran aliran sungai menuju Goa Gajah, dan dari sungai Tegenungan hingga ke utara. “Tim gabungan dibagi untuk menyusuri aliran sungai Petanu,” tegasnya.
Kapolres mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berjuang melakukan pencarian terhadap korban Komang Ayu. Pihaknya pun berharap korban segera ditemukan. (*)

Facebook Comments