5 Mitos Tentang Diet yang Masih Sering Dipercaya

Ilustrasi diet. ©Shutterstock/Indigo Fish

Menurunkan berat badan adalah salah satu resolusi populer dari tahun ke tahun. Setiap orang berlomba-lomba mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang cara diet terbaik untuk mencapai target berat badan yang diinginkan.

Sayangnya, banyak pula yang gagal untuk mencapai target tersebut akibat termakan mitos yang sudah banyak berkembang. Kalau kamu salah satu orang yang punya resolusi menurunkan berat badan di tahun ini, berikut sejumlah mitos seputar diet yang perlu diketahui:

1.Menghindari Karbohidrat

Menghindari karbohidrat adalah salah satu mitos yang hampir semua orang percaya. Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Melansir dari Medline Plus, karbohidrat hadir dalam berbagai bentuk, yaitu sederhana dan kompleks. Karbohidrat sederhana yang ditemukan dalam makanan seperti nasi, kue, roti dan permen. Sedangkan karbohidrat kompleks, seperti roti gandum, kacang-kacangan, dan buah, memiliki banyak nutrisi yang cocok dikonsumsi saat diet.

BACA JUGA  Twitter Rilis Fitur Mirip Stories, "Fleets"

Jadi, tidak semua karbohidrat harus dihindari saat diet. Karbohidrat kompleks saat diet sangat dibutuhkan untuk menambah serat, sehingga kamu tidak gampang lapar saat menjalani diet.

2.Konsumsi Makanan Rendah Lemak Saat Diet

Tidak sedikit orang yang beranggapan jika makanan rendah lemak boleh dikonsumsi saat diet. Padahal, makanan rendah lemak tidak selalu “rendah segalanya”. Pasalnya, makanan kemasan biasanya ditambahkan banyak gula dan bahan lain yang tentunya pantang dikonsumsi saat diet. Akibatnya, angka timbangan bisa naik kembali akibat bahan tambahan tersebut.

3.Puasa Menurunkan Berat Badan dengan Cepat

Menahan lapar seharian cenderung membuat kamu makan lebih banyak saat berbuka puasa. Jadi, anggapan ini tidak selalu benar kalau kamu berbuka puasa dengan makan porsi banyak atau makan makanan yang tinggi lemak atau tinggi karbohidrat. Jika kamu ingin menurunkan berat badan sembari puasa, pastikan sahur dengan makanan yang tinggi serat dan banyak minum air putih. Saat berbuka puasa, hindari langsung makan terlalu banyak.

BACA JUGA  "SABAR" Agar Tetap Sehat Jasmani Dan Mental Selama Pandemi COVID-19

Berbukalah dengan makanan ringan yang tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayuran. Ini mencegah kamu makan terlalu banyak setelahnya. Jangan lupa untuk banyak minum air putih untuk mengganti cairan yang hilang selama berpuasa.

 4.Semakin Sedikit Lemak, Semakin Baik

Tubuh membutuhkan tiga nutrisi setiap harinya, yaitu protein, karbohidrat, dan lemak. Melansir dari WebMD, lemak baik yang ditemukan dalam makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, alpukat, zaitun, dan susu rendah lemak dianjurkan dikonsumsi saat diet. Lemak baik ini memberikan kamu energi, membantu membangun kembali sel,dan menghasilkan hormon yang dibutuhkan. Hal yang perlu dikurangi adalah lemak jenuh dan trans, yang biasa ditemukan dalam makanan seperti margarin, susu skim, jeroan, dan makanan olahan.

BACA JUGA  Waspada email spam saat WFH

5.Banyak Minum Cairan

Cairan memang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, benarkah banyak cairan membantu menurunkan berat badan? Tidak juga. Ini tergantung cairan apa yang kamu minum. Apabila kamu sering meminum minuman kemasan, minuman rasa-rasa, minuman bersoda, alkohol dan minuman tinggi gula lainnya, itu tidak membantu diet yang kamu jalani. Air putih adalah pilihan terbaik saat menjalani diet. Jus baik dikonsumsi, namun bukan jus kemasan dan tidak ditambahkan susu atau gula secara berlebihan.(ap)

Facebook Comments

Redaksi

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id