Warga Desa Adat Bona Kembali Dapat Bantuan 

GIANYAR, BaliNews.id – Bendesa Adat Bona, Blahbatuh, kembali membagikan kebutuhan pangan untuk warganya, Senin (1/6/2020). Bantuan diberikan untuk membantu warga karena dampak ekonomi dari wabah Covid-19. 

Bendesa Adat Bona, I Gusti Ngurah Yasa, mengatakan, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga, karena wabah Covid-19 ini, pihaknya kembali memberikan bantuan BLTH (Beras, Lengis, Telur dan Hand sanitezer). Dana yang digunakan adalah insentif Bendesa dan prajuru yang bersumber dari dana Semesta Berencana dari Gubernur. “Seluruh insentif saya sumbangkan dan kekurangan saya halangi,” ujar Ngurah Yasa yang juga anggota DPRD Gianyar ini.

Diungkapkanya, bantuan diberikan kepada 1.023 KK. “Masing-masing KK kita berikan 5 Kg beras, 10 butir telur, 500 ml minyak goreng,” jelasnya.

BACA JUGA  Diduga Berbuat Tak Senonoh Di Beji, Pasangan Sejenis Kabur

Selain pembagian kebutuhan pangan, setiap KK juga diberikan hand sanitizer bantuan dari Yayasan Bhuana Sari. Kita juga berikan hand sanitizer bantuan dari Yayasan Bhuana Sari sebanyak 1.050 botol,” ungkapnya.

Bantuan Desa Adat Bona
Inset : Bendesa Adat Bona, I Gusti Ngurah Yasa, menyerahkan bantuan kepada warga 

Disamping itu, Ngurah Yasa juga memberikan bantuan kepada 26 KK yang tercecer. Dimana 26 KK tersebut tidak mendapatkan bantuan pada saat dirinya selaku pribadi memberikan bantuan kepada pemangku dan lansia. “Khusus untuk 26 lansia yang tercecer, saya bawakan langsung bantuannya kerumah mereka,” jelasnya.

Disisi lain, Ketua Satgas Gotong Royong, I Gusti Made Agus Susana, mengungkapkan, pihaknya terus menghimbau masyarakat. Himbauan yang diberikannya, yaitu kenali penyakit itu, jauhi, cegah dan lawan dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). “Himbauan kita berikan secara rutin melalui pengeras suara di Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Bona. Juga memberikan himbauan keliling,” jelasnya.

BACA JUGA  Diduga Lolos di Gilimanuk, Enam Pria Terjaring di Pos PKM

Dikatakanya, upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dilakukan sinergi antara Desa Dinas, Adat dan Relawan. Semua pihak ikut terlibat untuk gotong royong memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. “Kita juga memberlakukan wajib menggunakan masker bagi yang memasuki Besa Bona. Kita sudah pasang pengumuman, Memasuki Desa Adat Bona Wajib Menggunakan Masker,” tegasnya.

Terkait dengan akan diterapkannya Bali Era Baru, pihaknya masih menunggu protap dari atasan sambil mempersiapkan diri. Tetapi untuk saat ini, menjelang memasuki Bali Era Baru, dalam persiapan sesuai dengan konsep Tri Juta Karana. Untuk Parahyangan, pihaknya melakukan moderasi beragama atau beragama dengan kekinian. “Yang bisa disederhanakan kita sederhanakan,” jelasnya.

Untuk bidang pasangan, tetap mengajak warga melaksanakan pola hidup sehat dan bersih (PHBS). Bidang pelemahan, terus mengedukasi masyarakat. Juga membangkitkan karang sari, apotik hidup, dapur hidup. “Apa yang kita terapkan saat ini, sebagian bedar masih akan diterapkan saat Bali Era Baru diterapkan,” pungkasnya. kda