WAGUB Bali: Lonjakan COVID-19 Karena Penularan di Keluarga dan Upacara

Denpasar, BaliNews.id – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan lonjakan kasus positif COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir di Pulau Dewata dipicu karena kasus transmisi lokal yang terjadi di lingkungan rumah tangga atau keluarga dan pelaksanaan upacara adat.

“Kita lihat secara rinci dan cermat apa yang menyebabkan beberapa hari terakhir timbul lonjakan (kasus COVID-19) di Bali, kalau kita dengar laporan teman-teman di kabupaten/kota lebih banyak diakibatkan oleh transmisi lokal rumah tangga dan upacara-upacara,” kata Wagub yang akrab dipanggil Cok Ace disela-sela menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Bali, di Denpasar, Kamis.

BACA JUGA  10 Tahanan Kejari Denpasar Positif Corona
WAGUB Bali: Lonjakan COVID-19 Karena Penularan di Keluarga dan Upacara
Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati disela-sela menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Bali di Denpasar (ANTARA/Ni Luh Rhisma/2020)

Menurut dia, dengan dibukanya kembali tempat-tempat wisata, telah menyebabkan tak sedikit generasi muda yang sebelumnya selama sekian bulan harus berdiam di rumah kemudian meluapkan kegembiraannya dengan berwisata.

“Ini akhirnya timbul penderita-penderita yang tanpa gejala, OTG-OTG. Karena mereka muda-muda, sehat-sehat dan mereka pulang, ini yang menjadi sumber orang tuanya terkena (COVID-19-red) dan neneknya kena. Oleh karena daya tahan tubuh para orang tua yang sudah lemah, sehingga waktu penyembuhannya relatif lama serta risiko kematiannya tinggi,” ucap Cok Ace.

Di sisi lain, pihaknya juga akan membicarakan lagi dengan Majelis Desa Adat Provinsi Bali untuk meminimalkan pertemuan-pertemuan di lingkungan desa adat.

“Dulu masyarakat kita taat saat ada Maklumat Kapolri (terkait larangan berkerumun-red). Kapolda, Kapolres dulu semua turun. Sekarang agak longgar, apakah peran desa adat dikembalikan seperti dulu lagi? Kalaupun tidak taat seperti dulu lagi, tetapi mesti disadari COVID-19 masih ada,” ujarnya.

BACA JUGA  Mahasiswa AS Selundupkan Ganja dalam Kue Coklat

Mengenai sorotan bahwa Bali persentase penggunaan ruang perawatan di rumah sakit tertinggi, Wagub Bali mengatakan hal itu karena ruangan yang tersedia dan jumlah pasien yang relatif seimbang.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bali juga akan merapatkan dengan pihak RS swasta agar bisa digunakan sebagai RS rujukan penanganan COVID-19. “Andaikata disiapkan ruang lebih banyak, akan turun nanti persentasenya,” kata Cok Ace.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya ยป

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id