Tukes Belum Cair, ASN di Gianyar Mengeluh

Kepala BPKAD Ngakan Jati Ambarsika.

KepalaR,BaliNews.id – Sampai dengan saat ini, tunjangan kesejahteraan (tukes) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Gianyar masih belum cair. Hal ini dikarenakan berkaitan dengan adanya masalah dalam aplikasi Sistem Informasi Pendapatan Daerah (SIPD).

Terdapat beberapa masalah dalam penggunaan aplikasi SIPD, karena sistem yang masih belum stabil, bahkan menurut salah satu ASN di lingkungan Pemkab Gianyar ketika memasukan data atau input data ke dalam database SIPD ini memerlukan waktu yang cukup lama. Bahkan, sampai dengan berhari-hari. Hal ini diduga karena server aplikasi SIPD belum optimal atau “overload” digunakan di seluruh Indonesia.

Akibatnya, terdapat beberapa masalah yang dihadapi oleh ASN. Salah satunya adalah tunjangan kesejahteraan (tukes) yang masih terhambat proses pencairannya hingga kini.

BACA JUGA  KARANTINA DESA BERAKHIR, AKTIFITAS WARGA BONDALEM MULAI NORMAL

Menurut salah satu ASN di lingkungan Pemkab Gianyar, biasanya tunjangan kesejahteraan atau tukes ini cair setelah gaji keluar. “Kalau gaji itu sudah dipakai untuk bayar utang. Untuk uang jajan, biasanya mengandalkan tukes. Apalagi sekarang usaha lagi mati suri karena pandemi.Karena tukes belum cair sejak Desember, saya sampai berutang untuk biaya hidup sehari-hari,” ujarnya.

Sedangkan Kepala BPKAD Gianyar, Ngakan Jati Ambarsika membenarkan persoalan ini dikarenakan aplikasi SIPD yang belum maksimal. Namun, terkait anggaran sudah ada senilai sekitar Rp 8-9 Miliar. “Terkait anggarannya, tidak ada masalah. Anggarannya sudah ada, rinciannya saya tak hafal, tapi bulatnya sekitar delapan atau sembilan miliar.

Kendala belum cair, karena masih proses input data di SIPD. Dikatakannya bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan SIPD menjadi penghambat pencairan dana. Satu di antaranya, aplikasi tersebut belum siap meng-input data semua kabupaten/kota di Indonesia.

BACA JUGA  Penjualan Produk Seni di Bali Naik 30 Persen Saat COVID-19

“Karena berbasis web, saat meng-input terkadang bersamaan dengan pemkab di seluruh Indonesia, jadi lambat. Bahkan staf di sini sampai bergadang saat meng-input. Masalahnya, sekarang input data, loading-nya lama bahkan sampai pagi belum tentu masuk ke database. Jadi itu masalahnya, kalau mereka telah selesai menginput, sekarang pun dananya sudah bisa cair,” tandasnya. (dt)

Facebook Comments