Tirta Empul, Sudah Buka Bersiap untuk New Normal

Gianyar, BaliNews.id – Saniscara kliwon Uku Wayang yang lebih di kenal dengan Tumpek Wayang, ada lah salah satu hari Suci Umat Hindu Di bali, banyak dari masyarakat bali yang melaksana pebayuhan, Melukat atau Pembersihan diri lahir bathin, baik itu dilakukan di griya di jero ataupun di tempat tempat yang biasanya diangap suci untuk melakukan Pembersihan diri, termasuk satu hari setelahnya yaitu Redite (hari minggu).

Salah satu tempat Favorit bagi masyarakat bali untuk melakukan Pelukatan/Peleburan yaitu di Pura Tirta Empul, Tampaksiring Bali. Dari Pantauan Balinews.id Pada minggu 14 juni 2020.

Banyak warga masyarakat yang bukan hanya dari daerah Tampaksiring Tapi dari Beberapa daerah seperti Gianyar sampai Denpasar yang melakukan Pelukatan dan Sembahyang di Pura Tirta Empul.

Pihak Desa Adat Manukaya Let, Desa Manukaya Kecamatan Tampaksiring Kabpaten Gianyar, Juga telah memasa himbauan yang terpampang jelas di arean depan Pura Tirta empul. Yang intinya antara lain;

BACA JUGA  Kawasan Wisata Wisata Desa Pancasari Akhir Bulan Juni Akan Mulai di Buka Normal

Untuk Pemedek yang akan melaksanakan Persembahyangan/melukat/melebur dimohon dengan hormat untuk melakukan hal hal sebagai berikut :

  1. Harus memakai masker, mencucu tangan/menggunakan hand sanitizer, jaga jarak, dan menghindari kerumunan.
  2. Rela antre adan jaga jarak saat saat melakukan persembahyangan/melukat/melebur
  3. Rela antre pada saat menyewa kunci loker/menitipkan barang
  4. Para Pemedek wajib cek suhu tubuhnya sebelum masuk di area suci Pura Tirta Empul
  5. Apabila ada Pemedek suhu tubuhnya diatas 38°C, Pemedek tersebut tidak diperbolehkan untuk masuk kedalam Pura, dan diarahkan untuk malakukan pemeriksaan lebih lanjut.
  6. Karena adanya pandemic Covid-19, jam buka untuk Pura Tirta Empul di mulai dari Pukul 06.00 Wita s/d pukul 18.00 Wita
  7. Mari kita Bersama sama dengan penuh kesadaran, mendukung Program Pemerintah untuk melaksanakan Kenormalan Baru (New Noemal), dengan mengikuti syarat Protokol Kesehatan yang Benar. Semoga pandemic Covid-19 segera berakhir.

Beberapa Warga yang di temui di Areal Pura menyampaikan bahwa menyambut baik himbauan yang di sampaikan oleh Pengempon Pura Tirta Empul. Banyak dari mereka yang datang memang untuk melukat/melebur dan sembahyang tidak banyak yang tau bahwa Pura Tirta Empul buka khusus untuk melukat dan sembahyang dengan tetap mengikuti Syarat protokol kesehatan yang Benar.

BACA JUGA  Bocah 6 Tahun Terkonfirmasi Positif Covid 19

Salah satu pengunjung menyampaikan “Liat di medsos, ada temen yang posting ternyata Pura Tirta Empul Buka Jadi Saya Kesini, untuk melukat dan Sembahyang.”

“Setau saya orang bali banyak yang mengikuti aturan, pasti aman, berangsur angsur ke new normal, kondisi di dalam masih sepi tidak belum seperti sebelum covid “ ungkap pengunjung lain yang dari Denpasar

Salah satu penjual tipat cantok menyampaikan “Tiap hari bejualan, sekarang sepi, sebelum covid baru ramai”

Petugas dari Pengempon Pura juga melaksanakan tugasnya dengan baik ada Pecalang dan petugas penjaga loker, Begitu pula dengan Para Pengayah Pemangku yang ada di Jeroan Pura Tirta Empul.

Setiap pemedek (Masyarakan yang dating Sembhayang) diarahkan agar tertib dalam melakukan Pelukatan dan Persembahnyangan, sehingga tetap Protokol Kesehatan Terjaga.

BACA JUGA  Pemilik Toko Sayangkan Pemkab Gunakan Kekuasan bukan Komunikasi 

Terlihat Pula Beberapa Polisi yang berjaga di areal parkir depan, biasanya areal parkir tersebut adalah areal parkir untuk wisatawan yang mau berkunjung ke Pura Tirta Empul. Kondisi parkiran lengang dan sepi, karena masih di tutup untuk pengunjung yang mau berwisata.

Dari Penuturan salah satu Pengempon Pura, Pura Tirta Empul ini masih Tertutup untuk Pengunjung yang mau berwisata, baik itu domestic ataupun mancanegara, “ kami masih menunggu intruksi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar dan Pemkab Gianyar, untuk membuka Pura Tirta Empul Untuk Umum, Sementara sekarang buka khusus untuk Warga yang Bersembahyang dan Melukat Saja, tentunya dengan mengikuti aturan protokol kesehatan yang ada”. kp