Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Pembangunan Kantor Desa Celukan Bawang Ditahan

Buleleng, BaliNews.id – Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng, telah menetapkan tersangka baru dalam korupsi proses ganti rugi pembangunan Kantor Desa Celukan Bawang, Gerokgak. Direktur CV Hikmah Lagas, Inisial AA, ditetapkan menjadi tersangka pada bulan Maret lalu.

Tersangka “AA” dalam proses pembangunan proyek tersebut ternyata, nilai bangunan yang dituntaskan tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Awalnya tersusun RAB pembangunan kantor Desa Celukan dengan nilai Rp 1,15 miliar. Namun dari hasil perhitungan tim independen proyek fisik itu hanya menghabiskan anggaran Rp 844,62 juta. Sehingga muncul kerugian negara senilai Rp 155,34 juta.

Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Pembangunan Kantor Desa Celukan Bawang Ditahan
Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Pembangunan Kantor Desa Celukan Bawang Ditahan

Kepala Kejari Buleleng I Putu Gede Astawa yang didampingi Kasi Pidsus Wayan Genip menyatakan, penyidik hingga saat ini masih terus melakukan pengembangan penyidikan terhadap kasus ini dan tersangka telah di tahan. “Proses hukum masih berjalan saat ini dan tersangka AA sudah dilakukan penahanan,” ungkapnya

BACA JUGA  Mengeluh Sesak Nafas, Bule Australia Meninggal

Astawa juga menambahkan penetapan “AA” sebagai tersangka, dikarenakan pembangunan kantor Desa Celukan tidak sesuai dengan spesifikasi bangunan yang tertuang dalam RAB. Itu didapat setelah dilakukan penghitungan atau audit pengerjaan fisik tim independen dari dari Universitas Udayana. Termasuk dari BPKP yang juga menghitung berapa besaran kerugian keuangan negara. Sehingga muncul nilai 155,34 juta.

“Yang bersangkutan tersangka sudah ada etikad baik untuk mengembalikan kerugian negara. Sebagaimana kerugian yang ditimbulkan,” terang Gede Astawa saat ditemui usai perayaaan Hari Bakti Adhyaksa Ke-60 di Kantor Kejari Buleleng Selasa (22/7).

Pihaknya sejati telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi termasuk tersangka Abdul Azis alias AA. Untuk melengkapi berkas perkara. Ada sekitar 10 saksi dan 2 orang ahli yang pihaknya periksa belum lama ini. Yang secara langsung melakukan perhitungan audit. Dua ahli tersebut dari Universitas Udayana dan tim audit dari BPKP.

BACA JUGA  Tiga Tahun Lebih Diburu, Wanita Pencuri Motor Ditangkap

“Sedangkan barang bukti (BB) yang kami sita uang tunai Rp 155 juta yang dikembalikan tersangka,” tuturnya.

Kasus korupsi proses ganti rugi pembangunan Kantor Desa Celukan Bawang berkasnya secepat akan pihaknya limpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan. Namun sebelum dilimpahkan, dalam waktu dekat akan menyerahkan berkas tersebut ke jaksa penuntut umum untuk diteliti. Termasuk juga penyerahan tersangka dan barang bukti.

Seperti dalam berita sebelumnya, Tersangka AA dijerat dengan pasal 2 juncto pasal 18 undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diperbaharui dan diubah dengan undang-udang Ri nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Serta pasal 55 juncto pasal 64 KUHP dan pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi. (jar)

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id