Terlibat Curanmor, Residivis Kambuhan Ditembak

MANGUPURA – Hak asimilasi Gede Loka Wijaya (46) dipastikan dicabut. Ia kembali terlibat pencurian sepeda motor dan kaki kanannya ditembak Tim Opsnal Reskrim Polsek Mengwi karena melawan.   

Residivis kambuhan itu beraksi, Minggu (7/6) dinihari. Tersangka mencuri motor  Yamaha NMAX DK 6560 FAW milik Andre Lesmana Arya (24).  Korban memarkir motor di garase rumahnya di Banjar Keliki, Desa Cemagi, Mengwi, Badung. “Tersangka dengan mudah mengambil motor karena kunci kontak ditaruh oleh korban di  dashboard motor,”ujar Kasubbag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Oka Bawa, Selasa (8/6).

Korban baru mengetahui motornya raib sekitar pukul 05.00 wita kemudian melapor ke Polsek Mengwi dengan kerugian Rp 25 juta. Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas mencurigai I Gede Loka Wijaya yang baru dua bulan keluar LP Kerobokan karena mendapat asimiliasi.

BACA JUGA  Satpol PP Tangkap Dua Pemalak di Denpasar

Tak perlu waktu lama, polisi mendapat informasi tersangka menumpang bus dari Badung menuju Jembrana, Senin (8/6) kemudian dilakukan pengejaran. “Tersangka akhirnya ditangkap di halte bus di wilayah Jembrana,”ungkap Oka Bawa.

curanmor bali

Bukannya menyerah, pria asal  Dusun Banjar Delod Setra, Desa Medewi,  Jembrana itu malah melakukan perlawanan. Namun, upayanya untuk bisa kabur gagal. Bahkan, tersangka tersungkur setelah kaki kanannya ditembak.    

Diinterogasi polisi, Gede Loka Wijaya sekitar pukul 02.30 menumpang  mobil pick up pamanya yang berjualan perlengkapan upacara yadnya ke wilayah Desa Cemagi. Sampai TKP, tersangka meminta turun setelah melihat motor parkir di garase dengan kunci berada di dasboard. “Motor curian sempat dititip di objek wisata Medewi dan nopolnya diganti DK 3231 ZX dengan maksud mengelebui polisi.  Rencanya, motor dijual untuk membayar utang,”tegas Oka Bawa.  

BACA JUGA  Bangga! Karya Webtoon Populer Anak Muda Bali Yang Berjudul WARUNG

Selain beraksi di Badung, tersangka juga mengaku mencuri motor NMAX di Jalan Ngurah Rai Jembrana, Senin (8/7) sekitar pukul 12.00.  

CATATAN RESIDIVIS PELAKU

1. Tahun 1989  pelaku melakukan pencurian uang di Jembrana divonis hukuman  6 bulan penjara.

2. Tahun 1997 pelaku melakukan pencurian uang dan Hp di jembrana divonis  hukuman 1 tahun  penjara.

3. Tahun 1999 pelaku melakukan pencurian emas  di Jembrana divonis hukuman 7 bulan penjara.

4. Tahun 2001 pelaku melakukan penggelapan 1 unit sepeda motor di Jembrana di vonis hukam 1,5 tahun penjara

5. Tahun 2010 pelaku melakukan pencurian konter HP di Jembrana divonis 5 tahun penjara.

6. Tahun 2018 pelaku melakukan pencurian toko laptop di Jalan Kebo Iwa Denpasar divonis 1,5 tahun penjara.