Tensi Tinggi Tak Kunjung Sembuh, Seorang Kakek Nekat Akhiri Hidup

GIANYAR, BaliNews.id – Warga Banjar Tengah Kauh, Desa Peliatan Ubud yang dikejutkan dengan aksi bunuh diri oleh salah satu warga, Minggu (7/2) sore. Korban I Made Gronding (82) memilih menghakiri hidupnya karena memiliki penyakit tensi tinggi yang tak kunjung sembuh.

Berdasarkan informasi dilapangan, Senin (8/2), kejadian tersebut terjadi pada Minggu (7/2) sekitar pukul 18.00 Wita. Kejadian tersebut berawal dari kecurigaan saksi I Made Suta yang melihat dari ventilasi udara kamar yang ditempati korban terdapat sebuah selendang bewarna kuning. Saksi tersebut pun mengintip kamar tersebut dan didapati korban dalam keadaan meninggal dunia dengan leher terikat sehelai selendang berwarna kuning yang tergantung di langit-langit kamar.

BACA JUGA  Calo SIM di Polresta Denpasar, Ini Penegasan Kasat Lantas

Saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada anak korban dan melaporkan kejadian tersebut kepada kepala lingkungan setempat serta Polsek Ubud untuk ditindak lanjuti.

Kapolsek Ubud, AKP I Gede Sudyatmaja, membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakannya, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. “Berdasarkan penuturan anak korban, pihak keluarga sudah menerima kematian korban sebagai musibah srta tidak akan mempermasalahkan ke jalur hukum,” ujarnya.

Motif korban nekat mengkahiri hidupnya dengan cara gantung diri diduga karena korban memiliki penyakit yaitu tensi tinggi yang cukup lama tidak kunjung sembuh. “Diperkirakan Korban gantung diri disebabkan punya riwayat penyakit yaitu tensi tinggi yang sudah cukup lama, dan sesuai keterangan anaknya dua hari yang lalu sempat mengajak korban ke doktor untuk berobat serta memeriksakan keluhan yang dialami korban, yang mengeluhkan sakit kepala yang disebabkan tensi korban kembali naik,” katanya. (dt)

Facebook Comments