Tatanan Kehidupan Era Baru Di Buleleng, Uji Coba Digitalisasi Kawasan Kuliner Di Taman Kota

Buleleng, BaliNews.id, – Pemerintah Provinsi Bali secara remi telah memulai tatanan kehidupan era baru. Peresmisan dilakukan dengan mengelar road show ke berbagai kabupaten kota, termasuk ke Buleleng. Road show peresmian tatanan kehidupan baru di Buleleng, dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), Kamis (9/07). Peresmian dilakukan di Taman Kota Singaraja, dengen menghadirkan para pelaku usaha. Dalam peresmian ini, juga dilakukan digitalisasi kawasan kuliner taman kota Singaraja berbasih Qris. Qris merupakan salah satu metode pembayaran non tunai denna mengunakan kode batang (Barcode) yang bisa diakses melalui hp android dan iOS.

Pembayaran melalui Qris dilakukan untuk mengurangi kontak fisik antara pedagang dan pembeli. Sehingga diharapkan dapat menekan penularan Covid-19 di tempat umum. Para pedagang dan pembeli diwajibkan untuk menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak.

BACA JUGA  Pandemi Jadikan Momentum Tata Kawasan Ubud

Penggunaan Qris sebagai alat pembayaran, juga mendapatkan tanggapan dari berbagai kalangan pelaku usaha dan pembeli. Menurut Gede Pusaka, pemilik usaha bernama “Kopling” mengatakan bahwa dirinya optimis dengan pengunaan Qris ini akan dapat berjalan dengan baik, karena sesungguhnya hal ini sangat memudahkan bagi pedagang dan pembeli. “Sesungguhnya ini bagus ya, hanya karena mesih baru, jadi masyarakat sebagai pembeli belum terbiasa saja. Ini kan cukup baja hp saja kemana-mana, langsung bayar. Kami juga pedagang dimudahkan dengan ini. Saya sih yakin ini bisa berkembang dengan baik” ungkapnya.

Tanggapan berbeda disampaikan oleh Janarti Sutrisna, pelaku usaha kue kering bernama “Kue Saja”, Baginya saat ini pelanggannya lebih banyak mengunakan pembayaran tunai. Qris ini dipandang efektif jika terus dilakukan sosialisasi dengan masif, sehingga masyarakat jadi lebih paham. “Dengan tanınan kehidupan era baru ini, semua harus beradaptasi termasuk dengan tata cara pembayaran saat berbelanja. Kalau pakek tunai itu kan punga potensi juga menyebarkan virus Covid-19 kan ada kontak fisik. Tapi pelanggan saya masih banyak mengunakan pembayaran tunai. Selain itu, masyarakat juga harus disiplin mejalankan protokol kesehatan pencegahan Covid, agar tidak terjadi gelombang kedua” Ucapnya.

BACA JUGA  Sebut IDI Kacung WHO, Jerinx SID Dipolisikan

Tanggapan lain datang dari Dian Suryantini, salah satu pengunjung yang hadir dalam acara peresmian tatanan kehidupan era baru ini. “Saya kaget juga, kalau acara ini pembayarannya harus pakai Qris. Saya tidak punya dompet digital, kayak OVO, Gopay atau yang lain, saya cuma ada Mbanking syukur bisa digunakan. Cukup mudah ya, walau tadi sempet lama pas scan barcode-nya” jelasnya,

Dalam acara peresmian, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau yang akrab dipanggila Cok Ace ini, mengatakan bahwa saat ini kita harus bisa berdamai dan hidup berdampingan dengan Covid-19. Tatanan kehidupan era baru ini, merupakan salah satu upaya untuk kembali menghidupkan sektor perekonomian masyarakat di Bali secara keseluruhan. Saat ini perekonomian Bali cutup terpuruk. indeknya saat ini ada di minus enam pertumbuhan ekonomi Bali, karena sektor pariwisata kita terpuruk. Di tatanan kehidupan era baru ini, kita coba membuka sektor-sektor perekomian kita salah satunya adalah sektor pariwisata. “Sektor pariwasata kita udah mulai buka, kita targetnya wisatawan lokal yang ada di Bali. Hal ini untuk memacu pertumbuhan ekonomi Bali saat ini. Sedangkan untuk wisatawan domestik ataupun mancan negara, kita belum buka secara penuh. Bagi yang dari luar Bali harus ikuti prosedur protokol kesehatan yang telah ditentukan. Ini punting agar tidak terjadi gelombang kedua Covid-19” paparnya. (jar)

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id