Tanah Labil, Senderan Jebol di Sukawati

Senderan bangunan jebol di bypass Ida Bagus Mantra, Sukawati akibat tergerus air irigasi yang meluber masuk ke bangunan.

GIANYAR, BaliNews.id – Diduga akibat saluran irigasi yang meluber masuk ke bangunan, sehingga tanah di bawah senderan bangunan di sebuah bengkel angin di By Pass Ida Bagus Mantra, Banjar Telabah, Sukawati, jebol, Rabu (7/4). Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini.

Berdasarkan informasi di lapangan, hujan lebat sempat mengguyur wilayah Sukawati. Karena saluran irigasi mampet dan debit air relatif besar, sehingga airnya pun meluber ke bangunan milik keluarga Ni Nyoman Sunariati.

Karena areal senderan terus digenangi air, sehingga tanahnya menjadi labil. Akibatnya senderan itu roboh.

Saat dikonfirmasi, Sunariati, mengatakan, bangunan tersebut miliknya, tapi telah dikontrakkan pada orang lain sebagai bengkel angin ban kendaraan. “Astungkara tidak ada korban. Itu terjadi karena air irigasi mampet, dan airnya masuk ke sini, sehingga tanah menjadi labil dan akhirnya roboh,” ujarnya.

BACA JUGA  Disaksikan Presiden, Seniman Divaksin Mengenakan Pakaian Hanoman

Sementara Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk meninjau kerusakan tersebut. Dikatakan,  kerusakan terjadi pada senderan dan pondasinya. Kerugian ditafsir sekitar Rp 70 juta.

“Untuk Sementara belum dilaksanakan penanganan, karena kondisi tanah masih labil serta material tidak ada mengganggu akses lalulintas,” tandasnya. (dt)

.id – Diduga akibat saluran irigasi yang meluber masuk ke bangunan, sehingga tanah di bawah senderan bangunan di sebuah bengkel angin di By Pass Ida Bagus Mantra, Banjar Telabah, Sukawati, jebol, Rabu (7/4). Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini.

Berdasarkan informasi di lapangan, hujan lebat sempat mengguyur wilayah Sukawati. Karena saluran irigasi mampet dan debit air relatif besar, sehingga airnya pun meluber ke bangunan milik keluarga Ni Nyoman Sunariati.

BACA JUGA  Tradisi Munjung Di Setra Saat Pagerwesi Ikuti Protokol Covid-19

Karena areal senderan terus digenangi air, sehingga tanahnya menjadi labil. Akibatnya senderan itu roboh.

Saat dikonfirmasi, Sunariati, mengatakan, bangunan tersebut miliknya, tapi telah dikontrakkan pada orang lain sebagai bengkel angin ban kendaraan. “Astungkara tidak ada korban. Itu terjadi karena air irigasi mampet, dan airnya masuk ke sini, sehingga tanah menjadi labil dan akhirnya roboh,” ujarnya.

Sementara Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk meninjau kerusakan tersebut. Dikatakan,  kerusakan terjadi pada senderan dan pondasinya. Kerugian ditafsir sekitar Rp 70 juta.

“Untuk Sementara belum dilaksanakan penanganan, karena kondisi tanah masih labil serta material tidak ada mengganggu akses lalulintas,” tandasnya. (dt)

Facebook Comments