Tak Punya Izin, Tower Seluler Disegel Dan Satu Pengerjaan Villa Dihentikan Paksa

Buleleng, BaliNews.id – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng segel 1 tower seluler dan hentikan pengerjaan villa tak berizin. Penyegelan dilakukan terhadap satu tower seluler di Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng dan penghentian pengerjaan hotel/villa di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula.

Penyegelan tower seluler yang ada di Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, terpaksa dilakukan, karena pemilik bangunan tidak mengindahkan teguran yang telah dilayangkan. Menurut Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non-Perizinan A DPMPTSP Buleleng, Ir. Ida Komang Sudita, tower seluler yang disegel tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Tower ini sudan beroperasi namun belum meliliki ijin. Seluruh izin yang harus dipenuhi belum diurus. Mereka belum mengajukan izin. Selain itu kami juga menemukan berbagai kejanggalan. Salah satunya terkait biaya sewa dengan pemilik lahana juga belum tuntas” ungkapnya, Selasa (11/8).

BACA JUGA  Ubud Urutan Sembilan Kota Terbaik di Dunia Versi Majalah Travel Leisure 
Tak Punya Izin, Tower Seluler Disegel Dan Satu Pengerjaan Villa Dihentikan Paksa
Tak Punya Izin, Tower Seluler Disegel Dan Satu Pengerjaan Villa Dihentikan Paksa

Komang Sudita, juga menambahkan selain tower seluler, ada juga villa yang tarletak di Desa Sembiran yang belum memiliki izin. Villa ini masih dalam proses pengerjaan. Pemilik bangunan sudah melakukan pembangunan namun belum mengantongi IMB. Sebelumnya pemilik bangunan sudah mengajukan permohonan IMB, namun masih dilakukan penangguhan karena tidak sesuai dengan rencana pembangunannya. “Izin tanah yang diajukan sebesar 86 are, tapi bangunannya kecil sekali. Ada laporan juga luas tanah keseluruhannya sebesar 35 hektar, rencana pembangunannya belum sesuai,” jelasnya.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id