Tak Ingin Warung Kecil Mati, Pejeng Kawan Tolak Toko Modern

GIANYAR, BaliNews.id – Toko modern telah merambah hingga ke pelosok desa desa. Namun Desa Pejeng Kawan dengan tegas menolak keberadaan pasar modern tersebut. Hal itu ditegaskan Perbekel Pejeng Kawan, Anak Agung Gede Oka, Kamis (18/6).

Lebih lanjut dikatakanya, keberadaan toko modern terutama yang berjejaring dikawatirkan akan mematikan warung warung kecil yang ada di desanya. “Kita ingin keberadaan warung kecil tidak mati, karena toko modern. Karena itu kami dengan tegas menolaknya,” tegasnya.

Diungkapkanya,wilayah di enam banjar yang ada di Desa Pejeng Kawan, yakni Tatiapi Kaja, Tatiapi Kelod, Dukuh Kanginan, Dukuh Kawan, Dukuh Geriya dan Sala, sama sekali tidak ada toko modern. “Kami benar benar bebas dari toko modern,” ungkapnya.

BACA JUGA  Positif Corona di Gianyar Bertambah 4 Kasus

Agung Oka mengatakan, sejalan dengan kebijakan Bupati Gianyar yang tidak nengeluarkan izin toko modern, pihaknya di Desa Pejeng tidak merekomendasikan izin toko modern. “Kita ingin masyarakat yang memiliki sarung kecil bisa berkembang dengan pesat. Hal ini akan berdampak pada pembangunan di Desa,” jelasnya.

Berbeda dengan keberadaan toko modern, dimana keuntungan tidak dinikmati oleh warganya. Karena keuntungan akan didapatkan oleh investor yang banyak dari luar daerah. “Kalau toko modern diizinkan, maka peredaran uang lebih banyak di luar daerah. Karena keuntungan dari toko modern tersebut hanya dinikmati segdlintirvorang saja. Itupun hanya dinikmati investor yang berasal dari luar daerah,” pungkasnya. (DT)