Tak Gunakan Masker, Anggota DPRD Gianyar Asal Payangan  Terjaring Operasi Yustisi 

Gianyar, BaliNews.id – Tidak kenakan maaker, anggota DPRD Gianyar asal Payangan terjaring operasi yustisi pertokol kesehatan Covid-19 penegakan hukum dan pendisiplinan di Jalan Raya Tegallalang, Gianyar, Senin (5/10). Selama satu jam pelaksanaan operasi, sebanyak tujuh pengendara yang terjaring, termasuk anggota DPRD Kabupaten Gianyar. Tiga dari tujuh pengendara terjaring dikenakan denda.

Berdasrkan pantauan di lapangan, rata-rata pengendara serta masyarakat yang melintas sudah mengenakan masker. Sementara yang masih mengenakan masker di bawah hidung dan di dagu langsung diberhentikan oleh petugas gabungan untuk diberikan pembinaan. Sedangkan yang tidak mengenakan masker langsung digiring untuk ditindak dan didenda.

Tak Gunakan Masker, Anggota DPRD Gianyar Asal Payangan  Terjaring Operasi Yustisi 
Tak Gunakan Masker, Anggota DPRD Gianyar Asal Payangan  Terjaring Operasi Yustisi

Dalam operasi tersebut terdapat seorang anggota DPRD Kabupaten Gianyar yang melintas tidak mengenakan masker saat mengendarai mobil Toyota Fortuner nomor polisi DK 1872 KA. Anggota Dewan yangi bernama Gusti  Ngurah Supriadi dari Partai Gerindra. Ia enggan turun dari  mobil, hanya berhenti saat ditanya petugas dan menunjukkan masker yang ia taruh dalam mobil. Setelah itu ia pun ditegur dan langsung meninggalkan petugas.

BACA JUGA  Terbakar Sejak Sebulan Lalu, Asap Mulai Berdampak Terhadap Masyarakat Sekitar

Ditemui di Kantor DPRD Gianyar, Ngurah Supriadi mengakui dirinya sempat disidak oleh petugas gabungan. Saat itu ia berkendara sendirian di dalam mobilnya, sedangkan maskernya ia taruh di atas pahanya. Lantaran kedapatan tidak mengenakan masker, sehingga ia pun hanya dikenakan sanksi berupa teguran dari petugas gabungan.

Dalam kesempatan itu, Politisi Partai Gerindra tersebut menilai dirinya tidak salah. Karena saat itu berkendara sendirian, sementara ketika keluar rumah dan masuk rumah mobilnya telah disemprotkan handsanitizer. “Dalam mobil itu saya sendirian, setiap masuk mobil juga sudah sudah disemprot handsanitizer. Handsanitizer bukan disinfektan karena disinfektan tidak boleh dipakai dalam ruangan,” paparnya.

Sementara mengapa di dalam mobil tidak mengenakan masker?. Ia pun mengaku jika di dalam mobil sendirian memakai masker tidak nyaman. “Dalam mobil kan pakai AC, kalau pakai masker tidak nyaman. Kalau di luar, saya sangat taat. Tapi terlepas siapa yang salah kita kembalikan pada masing-masing. Tadi saya hanya dikasi teguran, tadi pun saya siap didenda. Karena saya bawa masker jadi tidak didenda,” pungkasnya..

BACA JUGA  Tatanan Kehidupan Baru, Pasien Positif Covid-19 Masih Tinggi

Sementara Kasatpol PP Gianyar, I Made Watha, menjelaskan, di tujuh kecamatan digencarkan operasi yustisi tersebut. Langkah itu dilakukan untuk membiasakan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pertokol kesehatan Covid-19. “Kalau kita berbicara data, pemakaian masker yang salah kita menemukan 261 pelanggar. Mulai mengenakan masker  di dagu, di bawah hidung, dan di bawah mulut itu kan sama saja tidak pakai masker. Yang benar itu adalah menutup lubang hidung dan mulut,” jelasnya.

Sedangkan yang tanpa masker sama sekali, dalam seminggu operasi yustisi itu dilakukan terjaring sebanyak 8 yang didenda. Denda pun dikatakan sudah berjalan, karena pihaknya sudah sosialisasi melalui Diskominfo serta Satgas Kabupaten telah melakukan sosialisasi. “Edukasi sudah kita lakukan terus menerus, bahkan kita sudah pasang sepanduk. Khusus tadi di Tegallalang ada 7 pelanggar,” jelasnya. (dt)

BACA JUGA  Kena Sanksi Kanorayang, Suteja Dipulangkan Saat Ngayah 

Editor : BaliNews.id

Facebook Comments

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id