Balinews.id

Cabuli Wanita di Kos, JDA Divonis 6 Tahun Penjara

Jero Dasaran Alit  divonis 6 tahun atas kasus pelecehan seksual. (Istimewa)

TABANAN, Balinews.id – Kadek Dwi Arnata (22) atau yang  dikenal sebagai Jero Dasaran Alit  divonis 6 tahun atas kasus pelecehan seksual terhadap seorang wanita asal Buleleng berinisial NCK.

Sidang pembacaan putusan digelar secara terbuka di Pengadilan Negeri (PN) Tabanan pada Rabu (29/5/2024). Dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ronny Widodo, dan anggota Luh Made Kusuma Wardani dan I Gusti Lanang Indra Panditha.

“Mengadili, satu menyatakan terdakwa terbukti sah dan menyakinkan bersalah. Dua menjatuhkan pidana penjara selama enam tahun hukuman kurungan penjara,” ujar Ketua Majelis Hakim.

Jero Dasaran Alit dinyatakan bersalah dalam dakwaan pokok sesuai pasal 6 huruf C tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2022.

Rony Widodo menegaskan, bahwa berdasarkan pertimbangan majelis hakim adalah terdakwa mengakui bahwa pada saat kejadian dirinya memang bersama korban. Dakwaan tersebut juga dibuktikan dengan adanya sperma, serta pengakuan terdakwa bahwa alat vitalnya dipegang oleh korban.

Dengan demikian Majelis Hakim mendapatkan petunjuk bahwa memang satu-satunya pria yang bersama NCK adalah terdakwa Dasaran Alit. Dijelaskan bahwa pacar korban sendiri tidak pernah berhubungan seksual dengan korban pada waktu dekat itu. Maka diyakini bahwa  hasil visum berupa ada benda tumpul mengenai alat vital korban disebabkan oleh terdakwa.

“Kami tetap meminta agar penanganan psikis terhadap korban dan pengobatan harus dilanjutkan oleh pihak terkait,” tegas Rony.

Sementara itu, Kuasa Hukum Jero Dasaran Alit Kadek Agus Mulyawan mengatakan bahwa pihaknya tetap akan mengajukan banding atas putusan ini. Untuk selanjutnya,  pihaknya akan mempersiapkan  hal-hal lain dalam upaya tersebut.

“Kami menghormati keputusan majelis hakim. Karena ini kan dalam bentuk pertimbangan yang sekiranya berbeda dengan pertimbangan kami selaku kuasa hukum,” ucap Agus.

Meski keputusan ini adalah keputusan intuitif, pihaknya tetap menghormati. Seperti pertimbangan majelis hakim yang  menitik beratkan pada Visum Et Reverentum (VER). Sedangkan dalam VER menyatakan tidak adanya tindak kekerasan, tidak adanya luka-luka, dan sebagainya.

“Seharusnya ini tidak dipakai sebagai pertimbangan. Kemudian pertimbangan pendapat ahli, sedangkan ahli sendiri tidak tahu bagaimana tindak pidana ini terjadi,” pungkasnya. (*)

Sehari Pasca Ditembak, Donald Trump Hadiri Konvensi Nasional Partai Republik

GLOBAL, Balinews.id – Calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Kota Milwaukee, Wisconsin,…

May 31, 2024

Begini Harapan Ratusan Penyandang Disabilitas pada Ketut Juliarta

KLUNGKUNG, Balinews.id – Pada hari Minggu, 14 Juli 2024, ratusan penyandang disabilitas berkumpul di Sekretariat…

May 31, 2024

Tanggulangi Kejahatan Siber, Polri akan Rekrut 45 Perwira di Bidang IT

NASIONAL, Balinews.id – Maraknya serangan siber di tanah air membuat Polri berencana merekrut sumber daya…

May 31, 2024

Nyoman Parta Sukses Perjuangkan Hak Pekerja APS, Downgrade Status Resmi Dibatalkan

Balinews.id – Rencana perubahan status pekerja dari PKWTT/Permanent menjadi PKWT/Kontrak di PT Angkasa Pura Supports…

May 31, 2024

10 WN Tiongkok Diamankan Atas Dugaan Pelanggaran Izin Tinggal

BADUNG, Balinews.id – Sepuluh warga negara asing (WNA) asal Tiongkok ditahan oleh Kantor Imigrasi Kelas…

May 31, 2024