Soroti Private Beach Di Nusa Dua, Nyoman Parta : Memangnya Milik Moyang Lho?

BaliNews.id – Memperingati hari konservasi ekosistem mangrove sedunia (26/7),  Bapak Nyoman Parta anggota DPR RI komisi VI menanam bibit Mangrove jenis Rhizophora Mucronata di kawasan Hutan Mangrove Pantai Telaga Waja, Tanjung Benoa, Nusa Dua Bali.

Setelah acara selesai. Dan berkeliling di seputaran pantai, terlihat patok ayunan bertuliskan “lavaya beach” di bibir pantai Telaga Waja. Melalui akun Facebooknya, Nyoman Parta menuliskan : “PRIVATE BEACH  Memangnya milik moyang lho?” Secara langsung saya sudah kirim gambar ini ke Bupati Badung dan Wakil Bupati serta ketua DPRD Badung agar menegur perusahan yang sedang membangun Hotel Lavaya. Saya mengambil gambar ini kemarin saat ikut menanam Mangrove. Saya share ini utuk membangun kesadaran kolektif kita sebagai orang Bali bahwa harus menjaga pantainnya, terutama masyarakat pesisir, jangan sampai pantai menjadi wilayah khusus pemilik atau tamu yang masuk hotel.

BACA JUGA  LPM Desa Batubulan Kangin Tukar  Sampah Dengan  Beras

Nyoman Parta Private Beach

 

Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, tujuh bulan lalu saya sudah sampaikan protes hal yang sama terhadap akomodasi villa di Tabanan. Ada juga keributan warga dengan wisatawan yang menginap di akomodasi pinggir pantai di Buleleng Gunung, Sungai & Laut melekat dengan cara beragama orang Hindu Bali. Sepanjang masih ada Melasti, Nyegara Gunung, Nganyut, Nangluk. Maka Gunung, Sungai & Laut harus tetap menjadi wilayah milik umum.

Private Beach Lavaya
Private Beach Lavaya

Agar tidak terulang lagi dikemudian hari saya mengajak seluruh masyarakat Bali untuk ikut mengawasi hal-hal seperti ini. Kepada Esekutif dan Legislatif di seluruh Bali untuk memperhatikan hal ini. Begitu juga kepada masyakat adat yang ada di pesisir.

BACA JUGA  Bupati Klungkung Meninjau Situasi Pasar dan Terminal Galiran .

Untuk menghindari claim dikemudian hari sebaiknnya pantai kita diseluruh Bali tetap menggunakan nama lokal Bali. Seperti pantai Sanur, Pantai Lembeng, Pantai Gumicik, Pantai Lebih. Nama-nama lokal ini disamping otentik juga mengandung pesan, pantai tetap menjadi milik umum.

Kepada pihak Lavaya Hotel saya minta agar mencabut tiang besi yang dipasasang di pantai dan tidak lagi mempromosikan pantai sebagai private beach. Kepada Bendesa Adat Tengkulung, Kelurahan Benoa agar sesgera menyikapi. Sesuai dengan pembicaraan kita kemarin. Kembalikan kenama lokal. Pantai Telaga Waja. Hal tersebut juga sudah disampaikan kepada Bupati Badung serta Bendesa Adat agar bisa di tindaklanjuti. (gb)

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id