Selama Pandemi Covid-19 Pendapatan PDAM Gianyar Menurun

GIANYAR, BaliNews.id –  Selama pandemi Covid-19 pendapatan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gianyar menurun. Dari hitungan PDAM, sebelum pandemi, rata-rata memperoleh pemasukan miliaran. Kini menurun menjadi ratusan juta rupiah. Hal itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PDAM Gianyar, Made Sastra Kencana, Rabu (24/6).

Lebih lanjut dinyatakannya, pendapatan kini di kisaran Rp 500-700 juta per bulan. Itu berlangsung sejak pandemi, sekitar bulan April 2020 lalu. “Kwartal pertama, dari tiga bulan, mulai April sampai dengan saat ini,” ujarnya.

Dukatakanya, pemakaian air yang paling banyak ada di niaga. Sementara perdagangan dan hotel kini banyak tutup akibat pandemi. “Niaga turun pemakaian, hotel-hotel juga tidak pakai air,” jelasnya.

BACA JUGA  Penjual Pisang Goreng Keliling Positif Covid-19

Selama pandemi ini, pendapatan dikisaran Rp 500-700 juta. Angka itu jauh dibanding sebelum pandemi. “Normal rata-rata Rp 7,2 M per bulan,” ungkapnya.

Dia menegaskan, menurunnya pendapatan ini bukan merupakan sebuah kerugian. Karena, PDAM masih menerima pendapatan. “Bukan rugi. Beda pendapatan turun, dengan rugi,” jelasnya.

Sastra menambahkan, kalau rugi ketika biaya yang dikeluarkan lebih besar dari pendapatan. “Dalam anggaran saat ini, biaya (operasional, red) masih di bawah atau lebih kecil dari pendapatan,” pungkasnya. (DT)