“Bapak Presiden menyampaikan bahwa jika semua angka COVID-19 ini bisa terkendali dan teratasi, jika kepatuhan oleh masyarakat tetap disiplin testing, tracing dan isolasi mandiri ditingkatkan, vaksin juga sudah terdistribusi, prediksi beliau bahwa antara bulan Juni dan Juli, In syaa Allah kita akan bangkit kembali,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno di Kabupaten Badung, Bali, Selasa (16/3).

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga Uno mendampingi Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Puri Ubud, Gianyar dan kawasan Kuta bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Bali Wayan Koster.

BACA JUGA  Hifarsi Bali Sumbangkan APD ke RS Sanjiwani

Menurutnya, dalam peninjauan itu, Presiden Jokowi berbincang dengan sejumlah tokoh agama, tokoh daerah, masyarakat serta para pelayan publik untuk memastikan pelaksanaan vaksin di Bali berjalan dengan baik.

Mengingat, vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu prasyarat utama untuk membuka kembali pariwisata di Bali, khususnya bagi wisatawan mancanegara selain dengan penerapan protokol kesehatan untuk menurunkan angka COVID-19.

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, dengan menurunnya angka COVID-19, persiapan pembukaan kembali pariwisata Bali khususnya untuk wisatawan mancanegara dapat dimulai.

“Tentunya ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati lewat protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, jangan sampai melakukan kesalahan, sehingga angka penularan COVID-19 ini meningkat kembali,” katanya.

Ia menambahkan, Presiden Jokowi juga berpesan kepada seluruh pihak untuk dapat menebar harapan dan semangat kepada masyarakat Bali dan masyarakat pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif secara keseluruhan

BACA JUGA  Presiden: Ubud, Sanur dan Nusa Dua jadi percontohan wisata zona hijau

Hope is on the way, bantuan itu segera hadir, baik dengan langkah-langkah kita, peningkatan vaksinasi maupun program-program pemerintah, stimulus dan bantuan sosial, bantuan pemerintah yang akan kita akan galakkan di tahun 2021 ini,” ujarnya. (an)