Romantisme : Lelaki Hebat, Lelaki Kuat

BaliNews.id – Aku selalu memandang punggung itu kala sedang berjalan menjauh dariku. Punggung lelaki yang telah menemani hidupku bertahun-tahun lamanya. Punggung tegap tempatku berlindung, namun sarat dengan beban dan luka.

”Aku berangkat, Sayang,” begitu pamitmu tiap pagi.
“Doakan aku yang terbaik hari ini. Dukung aku selalu, berikan aku semangat,” Katamu sembari membelai rambutku.

Aku hanya bisa mengangguk dan memelukmu erat. Pelukanku yang seolah mengatakan kuatkan dirimu selalu sayang. Aku sangat mencintaimu. Aku yakin kau dan aku bisa melalui masa-masa berat kita.

Seperti biasa, kau akan melepaskan pelukanku perlahan-lahan, tersenyum penuh ketenangan, menatapku lembut, dan berkata, “I love you, Sayang.” Sebelum kakimu melangkah ke arah satu-satunya benda berharga milik kita, motor kesayangan yang setia mengantarmu ke mana saja.

BACA JUGA  Jaga 'kecantikan' Ibu Pertiwi, Dengan PESAN-PEDE dan Bank Sampah Cemenggaon

Itulah engkau, segundah apapun hatimu, serumit apapun pikiranmu, kau tak pernah kehilangan tenang dan sabarmu. Sesuatu yang membuatku sangat mengagumi dan mencintaimu.

Pertemuan kita sangat terlambat. Kita bertemu saat kau sedang tak baik-baik saja. Saat begitu banyak masalah yang sedang kau hadapi. Tentang jatuhnya usahamu, tentang hubunganmu, tentang kesehatanmu. Engkau hadapi semua masalahmu dengan penuh keberanian.

Engkau lelaki terhebat yang pernah aku temui.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id