Ribuan Pelanggan PLN Alami Pemadaman, Pemilik Layangan Diamankan

Denapsar, BaliNews.idTim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Selatan mengamankan pemilik layangan “bebean” Dewa Ketut Sunardiya (50) yang jatuh hingga terjadi kebakaran gardu listrik di areal PT. Indonesia Power mengakibatkan 71.121 pelanggan PLN mengalami pemadaman selama lima jam.  

Dewa Ketut Sunardiya bersama anak angkatnya menerbangkan layangan di tanah kosong dekat rumahnya di Jalan Pelabuhan Benoa, Gang Rajawali No. 10 X Pesanggaran, Denpasar Selatan, Minggu (19/7/2020) sekitar pukul 15.00 Wita.  Layangan berukuran besar itu diterbangkan menggunakan tali dengan Panjang kurang lebih 150 meter. “Setelah terbang, pelaku mengikat tali di pohon Singapur kemudian ditinggal pulang,”  ujar Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan kepada wartawan di Polsek Denpasar Selatan, Senin (20/7/2020).   

Ribuan Pelanggan PLN Alami Pemadaman, Pemilik Layangan Diamankan
Ribuan Pelanggan PLN Alami Pemadaman, Pemilik Layangan Diamankan

Sekitar pukul 16.24 Wita, layangan itu jatuh mengenai Bus Bar 150 kV Gardu Induk (GI) Pesanggaran yang mengakibatkan padamnya tiga trafo gardu induk serta Pembangkit Gas Pasanggaran. Bahkan, gardu juga terbakar bersama layangan. “Kejadian itu mengakibatkan 71.121 pelanggan di wilayah Kuta, Denpasar Timur dan Denpasar Selatan mengalami pemadaman selama lima jam,”ungkapnya.

Petugas PT. Indonesia Power melakukan perbaikan dan wilayah yang terdampak bisa normal kembali. Pelaku baru mengetahui tali layangannya putus sekitar pukul 17.30 Wita setelah diberitahu anak-anak yang sedang main layangan di tanah kosong tersebut. Namun, pria berkacamata itu membiarkannya begitu saja.  “Setelah mendapat informasi dari beberapa warga, petugas PT Indonesia Power mendatangi rumah pelaku dan memberitahu akibat putusnya layangan tersebut,”ungkap Kapolresta.     

Berdasarkan adanya laporan tersebut, polisi mengamankan pelaku, Senin (20/7/2020) sekitar pukul 12.30 Wita dengan barang bukti  satu gulung tali layangan, satu rangka layangan yang terbakar,  satu konduktor, satu isolator, serta dua gulungan kabel tembaga.   

Kombes Jansen menegaskan, perbuatan pelaku dijerat Pasal 188 KUHP Sub Pasal 409 KUHP dengan ancaman 5 tahun pidana kurungan. Apakah tersangka ditahan ? “Sementara kita amankan. Kita masih punya waktu 1×24 jam. Jadi, penindakan ini sebagai efek jera,”tegasnya.   

Pada kesempatan itu, Jansen Panjaitan mengingatkan masyarakat agar berhati-hati serta memperhatikan tempat menaikkan layangan.   “Tidak ada larangan menaikkan layangan tapi ada aturan. Kalau kejadian seperti ini, harus siap berhadapan dengan hukum,”tandasnya (du)
BACA JUGA  Pantai Gunung Payung, Pantai Cantik di Selatan Bali

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id