Rencana Pemekaran Kecamatan Di Buleleng, Dewan Nilai Bukan Program Mendesak

Buleleng, BaliNews.id – Pada Kami (20/8) lalu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mewacanakan untuk mengembangkan kawasan wisata Lovina menjadi sebuah kecamatan. Direncanakan akan ada delapan desa yang masuk dalam kecamatan baru itu. Desa yang direncanakan bergabung dalam satu Kecamatan Lovina yakni Desa Pemaron, Desa Tukadmungga, Desa Anturan, dan Desa Kalibukbuk di Kecamatan Buleleng. Desa Selat dan Desa Kayuputih di Kecamatan Sukasada. Serta Desa Kaliasem dan Desa Temukus di Kecamatan Banjar.

Agus mengatakan, ide itu muncul agar Buleleng memiliki sebuah wilayah administratif khusus yang fokus pada pengembangan pariwisata. “Saya berpikir, kenapa tidak memfokuskan sebuah wilayah dalam bentuk administrasi kecamatan, biar fokus pariwisata. Saya pikir kenapa nggak buat kecamatan Lovina saja satu,” kata Agus.

BACA JUGA  Mertua Perkosa Menantu Ditangkap
Rencana Pemekaran Kecamatan Di Buleleng, Dewan Nilai Bukan Program Mendesak
Rencana Pemekaran Kecamatan Di Buleleng, Dewan Nilai Bukan Program Mendesak

Wacana pembentukan pemekaran sejumlah desa menjadi Kecamatan, mendapat tentangan dari DPRD Buleleng. Dewan menilai pemekaran kecamatan saat ini belum mendesak. Wakil Ketua DPRD Buleleng Gede Suradnya mengatakan, wacana pemekaran kecamatan sebaiknya dikesampingkan. Sebab pemekaran kecamatan akan menambah beban anggaran. Pemerintah butuh anggaran besar dari sisi penyusunan personalia, administratif, hingga penyediaan fasilitas gedung perkantoran.

Bila rencana pemerintah mengembangkan pariwisata berbasis kawasan, tak harus diikuti dengan pengembangan kawasan secara administratif. Suradnya menyebut Lovina sudah tercantum dalam kawasan strategis pariwisata daerah. Hal itu diatur dalam Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bali.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id