REMAJA TEWAS TENGGELAM, SANG IBU MENANGGUNG DUKA MENDALAM

Jro Nengah Narmi (60), ibunda dari korban tenggelam Gusti Komang Suka Suarsana dan Gusti Ketut Budiana, menanggung duka yang sangat mendalam. (ist)

JEMBRANA, Balinews.id – Belum  lepas dari ingatan ibu Jro Nengah  Narmi (60), kepergian sang suami yang meninggal gantung diri 3 tahun lalu, kemudian sang ipar meninggal jatuh dari pohon, kini Ibu Jro kembali menanggung duka yang begitu mendalam. Beliau harus rela kehilangan dua putranya yang tewas tenggelam saat mandi di sungai Yeh Mekecir, Mendoyo.
Gusti Komang Suka Suarsana dan Gusti Ketut Budiana, dua kakak beradik ditemukan meninggal dunia karena tenggelam di sungai Yeh Mekecir, Banjar Sekar Pancasari, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jumat (1/1/2021).
Keduanya meninggal setelah nyebur di sekitar sungai tersebut.
Cerita terakhir oleh Jro Nengah Narmi keduanya sempat meminta uang bekal untuk tahun baru sebesar Rp 30 ribu sebelum kejadian.
“Sempat minta bekal uang katanya untuk tahun baruan, saya bilang tak ada uang dan saya kasih Rp 30 ribu,” ucapnya. Sebelum mengetahui kedua putranya tenggelam, Bu Jro menyatakan mereka tidak ada berpamitan apapun, hanya meminta uang bekal untuk tahun baruan.
Narmi sehati-hari bekerja sebagai perajin pembuat sarana upakara (mejejahitan).
Selama ini, kedua anaknya itu sering membantunya dirinya.
Kini selain menanggung kesedihan karena kehilangan dua putranya sekaligus, Ibu Jro Nengah pun harus memikirkan bianya upacara penguburan/ngaben kedua anaknya yang meninggal bersamaan.
Tanggal 6 Januari rencana jenasah Gusti Ketut Budiana dan Gusti Komang Suka Suarsana putra Ibu Jro Nengah akan diaben. (ta)

Facebook Comments

BACA JUGA  Kwarda Bali Apresiasi Kwarcab Jembrana Ubah Kios Cukur Rambut Jadi Barbershop